Mengenai Saya

Foto saya
jember, jember, Indonesia
Alumni fisika MIPA Universitas Jember


Rasa takut dan khawatir tengah melanda penduduk dunia setelah beberapa media informasi memberitakan adanya virus baru yang mematikan atau sindroma akut pernafasan yang terjadi di seluruh penjuru dunia. Virus sars memakan banyak korban, bahkan banyak dokter yang menjadi korban akibat virus ini, dan diyaqini bahwa virus yang mematikan ini muncul pertama kali di rrc.
Terkadang virus ini disebabkan oleh influenza biasa yang bisa sembuh setelah tiga atau empat hari, terkadang virus ini menjadi berlipat-lipat dan berubah gen bawaannya serta efeknya, dan hal itulah yang menyebabkan penyakit yang dikenal dengan penyakit paru-paru. Dan penyakit ini sangat berbahaya, mengancam bahkan sekaligus mematikan.
Oleh sebab berbahayanya virus ini, who telah mengantisipasi tersebarnya virus yang akan mengancam kesehatan penduduk dunia. Diantara beberapa sebab penularan bisa melalui pernafasan saat penderita menghirup udara, bersentuhan, bersalaman dan berdesak-desakan dengan keadaan udara yang berpolusi. Kemungkinan penularan virus terjadi di sela-sela para penumpang pesawat dan para pelancong yang berpindah ke pelbagai negara, apalagi mereka yang datang dari negara-negara yang terdaftar oleh who sebagai negara yang diindikasikan adanya penyakit ini. Selain itu ada gejala-gejala yang tampak pada si penderita adanya virus ini seperti rasa pusing yang datang secara tiba-tiba yang disebabkan oleh rasa lelah, pusing, rasa sakit di persendian, rasa mual , batuk, suhu badan mencapai 38 drajat celcius, dan sakit diare serta tidak adanya nafsu makan. Selain itu penderita juga merasa kesulitan bernafas. Sedangkan mengetahui gejala-gejala tersebut merupakan masalah yang sangat penting untuk mencegah timbulnya virus sars.
Who menyatakan bahwa hingga kini penyakit ini belum ada obatnya, kemungkinan penderita hanya diberikan obat antiseptic untuk mencegah terjadinya bahaya. Masuknya virus itu melaui pernafasan di tenggorokan. Dan terjangkitnya penyakit ini terjadi di sela-sela percakapan, juga bisa dijumpai di rongga hidung yang bisa timbul gejalanya antara 1-2 hari.
Ketua who gro harlem brundtland menjelaskan bahwa kasus ini membutuhkan kerja sama dengan semua pihak untuk membahas asal-usulnya dan menari solusi bagi para penderita serta mencegah berkembangnya virus. Who menyatakan bahwa ada sekitar 4000 penderita yang tersebar di berbagai negara sesuai dengan daftar yang dikategorikan sebagai tempat terjangkitnya virus. Sebagai contoh di kanada, tepatnya di toronton, cina tepatnya di hongkong, beijing, guangdong, shanxi dan di vietnam tepatnya di taipe serta di singapura. Hal itu menunjukkan bahwa bahwa virus ini sudah tersebar kelima benua. Peristiwa terjangkitnya virus sars ini pertama muncul di kota guangdong, cina pada bulan nopember tahun lalu. Beberapa sumber menyatakan bahwa mulanya tampak pada lima orang yang terjangkit virus sars, sehingga beberapa hari kemudian virus ini menular ke orang lain. Informasi menyebutkan bahwa di kanada telah meninggal dunia delapan orang yang disebabkan oleh virus ini. Hal ini terjadi setelah dua orang meninggal dunia sebelum kejadian tersebut. Seperti juga terjadi di nepal, 28 orang meninggal dengan sebab yang sama. Sehingga who menegaskan bahwa virus sars telah menyebar di seluruh dunia.
Menteri kesehatan indonesia mengantisipasi kemungkinan tersebarnya virus di indonesia, dan pihak kementerian telah mewaspadai beberapa rumah sakit, kantor kesehatan, pelabuhan dan bandara akan pentingnya antisipasi penularan penyakit ini terhadap penduduk sekitar. Sumber lain mengatakan bahwa siapa saja bisa terserang sindroma akut pernafasan. Oleh sebab itu pihak kementerian telah melakukan pelayanan khusus terhadap masyarakat yang terjangkit penyakit ini dan menjadikan rumah sakit sulianti yang terletak di jakarta utara sebagai pusat pelayanan penderita penyakit ini. Selain itu departemen kementerian telah membagikan selebaran daftar orang-orang yang tercatat oleh who sebagai penderita penyakit sars. Dalam hal ini pula kementerian menghimbau masyarakat untuk pergi ke dokter jika merasa kesulitan bernafas, batuk atau terjangkit demam hingga mencapai 38 celcius atau lebih. Selain itu pihak kementerian baru mengumumkan adanya satu penderita virus sars saja dari penduduk indonesia. Tetapi ada beberapa orang yang mengalami penyakit yang serupa dengan virus yang mematikan.
Dalam masalah ini pihak kementerian berupaya melakukan kerja sama dengan departemen transmigrasi dan transportasi, dengan melarang warga indonesia mengunjungi negara yang yang dikategorikan sebagai tempat wabah

0 komentar:

Poskan Komentar

About