Mengenai Saya

Foto saya
jember, jember, Indonesia
Alumni fisika MIPA Universitas Jember


KALIAN CETAK KAMI JADI BANGSA PENGEMIS,
LALU KALIAN PAKSA KAMI
MASUK MASA PENJAJAHAN BARU,
Kata Si Toni

Kami generasi yang sangat kurang rasa percaya diri
Gara-gara pewarisan nilai, sangat dipaksa-tekankan
Kalian bersengaja menjerumuskan kami-kami
Sejak lahir sampai dewasa ini
Jadi sangat tepergantung pada budaya
Meminjam uang ke mancanegara
Sudah satu keturunan jangka waktunya
Hutang selalu dibayar dengan hutang baru pula
Lubang itu digali lubang itu juga ditimbuni
Lubang itu, alamak, kok makin besar jadi
Kalian paksa-tekankan budaya berhutang ini
Sehingga apa bedanya dengan mengemis lagi
Karena rendah diri pada bangsa-bangsa dunia

Kita gadaikan sikap bersahaja kita
Karena malu dianggap bangsa miskin tak berharta
Kita pinjam uang mereka membeli benda mereka
Harta kita mahal tak terkira, harga diri kita
Digantung di etalase kantor Pegadaian Dunia
Menekur terbungkuk kita berikan kepala kita bersama
Kepada Amerika, Jepang, Eropa dan Australia
Mereka negara multi-kolonialis dengan elegansi ekonomi
Dan ramai-ramailah mereka pesta kenduri
Sambil kepala kita dimakan begini
Kita diajarinya pula tata negara dan ilmu budi pekerti
Dalam upacara masuk masa penjajahan lagi
Penjajahnya banyak gerakannya penuh harmoni
Mereka mengerkah kepala kita bersama-sama
Menggigit dan mengunyah teratur berirama

Sedih, sedih, tak terasa jadi bangsa merdeka lagi
Dicengkeram kuku negara multi-kolonialis ini
Bagai ikan kekurangan air dan zat asam
Beratus juta kita menggelepar menggelinjang
Kita terperangkap terjaring di jala raksasa hutang
Kita menjebakkan diri ke dalam krangkeng budaya
Meminjam kepeng ke mancanegara
Dari membuat peniti dua senti
Sampai membangun kilang gas bumi
Dibenarkan serangkai teori penuh sofistikasi
Kalian memberi contoh hidup boros berasas gengsi
Dan fanatisme mengimpor barang luar negeri
Gaya hidup imitasi, hedonistis dan materialistis
Kalian cetak kami jadi Bangsa Pengemis

Ketika menadahkan tangan serasa menjual jiwa
Tertancap dalam berbekas, selepas tiga dasawarsa
Jadilah kami generasi sangat kurang rasa percaya
Pada kekuatan diri sendiri dan kayanya sumber alami
Kalian lah yang membuat kami jadi begini
Sepatutnya kalian kami giring ke lapangan sepi
Lalu tiga puluh ribu kali, kami cambuk dengan puisi ini
1998


          Bangsa Indonesia adalah bangsa yang banyak memiliki kekayaan dalam segala bidang, kaya akan sumber daya alam dan juga manusianya. Indonesia adalah gambaran mengenai suatu negeri yang melimpah ruah dalam segala aspek. Kita, sebagai rakyat Indonesia adalah bagian tersebut. Setiap manusia di dalamnya mempunyai keunikan tersendiri dan nilai kelebihan lainnya. Agama, budaya serta nilai sosial yang terjaga di dalam masyarakat tentunya menjadi suatu pilihan yang harus dimiliki oleh setiap orang di negeri ini.
           
Perjalanan bangsa Indonesia sebelum dan sesudah jaman penjajahan membawa perkembangan Pancasila sebagai dasar Negara yang mengatur kehidupan masyarakat. Pancasila menurut Naufal dalam situs webnya (2011) sering disebut sebagai dasar falsafah negara (filosofische gronslag dari negara), Staats fundamentele norm, weltanschauung dan juga diartikan sebagai ideologi negara (staatsidee). Naufal juga menjelaskan bahwa fundamental suatu bangsa yang kuat, akan menguatkan berdirinya bangsa tersebut. Sebaliknya, bila fondasi rapuh, maka bangsa tersebut akan lemah. Dengan begitu, pancasila menempati tempat istimewa dalam proses penyelenggaraan Negara.

Pancasila sila 1 dengan isinya :’Ketuhanan yang Maha Esa’ adalah bisa diambil menjadi satu contoh dari terapan dalam hal toleransi kehidupan beragama. Indonesia mengakui adanya Ketuhanan yang Esa, oleh karena itulah wajib bagi setiap orang untuk memeluk agama menurut keyakinannya. Bulir pancasila sila pertama yang ketiga: ‘mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.’ Menilik maksud bulir tersebut, contoh toleransi yang bisa dimunculkan adalah seperti saling tolong-menolong, menghindari permusuhan atau diskriminasi terhadap pemeluk agama yang lain.
Menurut Theodorson & Theodorson, (1979: 115-116), diskriminasi adalah perlakuan yang tidak seimbang terhadap perorangan, atau kelompok, berdasarkan sesuatu, biasanya bersifat kategorikal, atau atribut-atribut khas, seperti berdasarkan ras, kesukubangsaan, agama, atau keanggotaan kelas-kelas sosial. Pengertian diskriminasi menjelaskan bahwa adanya perlakuan tidak adil antara kelompok yang satu dengan yang lainnya dan diskriminasi juga bisa mencakup hal apa saja yang dimana ada perbedaan. Diskriminasi adalah tindak lanjut akibat kurangnya rasa toleransi di sesama makhluk hidup di muka bumi ini. Bila diskriminasi terus menerus eksis, rasa kepercayaan diantara masyarakat akan hilang dan itu bisa berakibat buruk terhadap kesatuan dan persatuan di bangsa ini.

Intoleransi yang sekarang ini terjadi banyak terjadi menimpa umat pemeluk agama. Kita mungkin tahu masalah umat Ahmadiyah yang ditentang keras oleh beberapa kaum Islam. Walaupun mereka adalah sesama Islam, ternyata ada gesekan yang diyakini oleh kaum Ahmadiyah dan yang tidak diyakini umat Islam lainnya. Memang tidak mudah untuk menghadapi masalah ini karena berkaitan dengan prinsip hidup dan keyakinan pribadi di dalamnya. Pihak yang tidak sepaham dengan Ahmadiyah tidak segan-segan untuk melakukan kekerasan seperti merusak masjib, membakar rumah umat Ahmadiyah. Kasus Ahmadiyah ini termasuk dalam tragedi kemanusiaan ditengah-tengah bangsa ini.

Selain masalah pelik ini, ada juga krisis toleransi yang dialami beberapa kaum minoritas yang sulit untuk beribadah. Kasus penutupan gereja yang kerap kali terjadi seperti mengikis isi UUD 1945 pasal 29 ayat 2: ‘Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.’ Kasus penutupan gereja serta ketidakbebasan kaum minoritas untuk menyembah Tuhannya cukup mengorek kemanusiaan karena hak asasi manusia tersebut dilanggar oleh beberapa oknum. Negara beserta aparat lainnya sebagai pengamal Pancasila dianggap gagal dalam menjalankan tugas untuk menjamin kebebasan beribadah tersebut (Panggabean, 2010 dalam Liputan 6 SCTV). Negara tidak berhasil menjalankan fungsi Negara yang menjamin kelangsungan hal tiap-tiap orang untuk beribadah seperti yang tertulis di UUD pasa;l 29 dan sila pertama pancasila.

Kejadian diskriminasi agama yang terjadi sebaiknya harus segera diatasi mengingat akan merusak citra bangsa Indonesia yang berprinsip Bhinneka Tunggal Ika. Pancasila  sebagai landasan Negara ini harus ditegakkan kembali dan pasal-pasal UUD diluruskan sesuai dengan fungsinya. Sikap toleransi yang sekira mulai lenyap harus ditumbuhkan lagi. Pemerintah dapat mengadakan diskusi antar agama yang dimakna dimaksudkan untuk kembali menumbuhkan rasa toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Implementasi pancasila juga harus diwujudkan dengan peraturan-peraturan yang mengatur kebijakan ruang lingkup mengenai tata pembangunan ruang ibadah yang jelas dimengerti. Ini dimaksudkan untuk mengurangi kecemburuan dimana mungkin jumlah pembangunan masjid lebih banyak dibandingkan dengan gereja. Kepastian ijin pembangunan juga tidak boleh pilih-pilih. Selama mereka yang mengajukan pembangunan melengkapi persyaratan, maka jangan dipersulit. Ini langkah-langkah yang bisa ditempuh pemerintah untuk kembali menumbuhkan sikap toleransi.



A.    Mekanisme Rem
Suatu kendaraan memerlukan suatu mekanisme yang dapat mengatur  atau menghentikan kendaraan, mekanisme ini sangat penting sehingga pengemidi dapat mengintrol laju kendaraan saesuai dengan kondisi.Rem berfungsi mengurangi kecepatan kendaraan atau menghentikan laju kendaraan, mekanisme gesekan antara komponen rem dengan roda yang berputar.
B.     Klasifikasi Rem
Rem dalam sebuah mobil dapat digolongkan menjadi:
1.      Rem berdasarkan letaknya.
2.      Rem berdasarkan pengguanaannya.
3.      Rem berdasarkan konstruksinya.
4.      Rem berdasarkan mekanisme kerjanya.
Penggolongan rem berdasarkan mekanisme kerja dapat digolongkan menjadi:
Ø  Rem Mekanik
Ø  Rem Hidrolis
Ø  Rem Angin
Ø  Rem Vacum
Ø  Rem Cakram
Dalam laporan ini, penulis akan menyampaikan penjelasan tentang perawatan dan perbaiak system remtromol hodroilis saja dikarenakan ketersediaan waktu.
C.    Rem Hidrolis
Rem hidrolis bekerja berdasarkan hokum pascal dimana apabila tekanan bekerja dalam zat cair dlam suatu bejana tertutup maka tekanan tersebut akan diteruskan kesegfala arah kebejana lain.Adapun proinsip dan komponen-komponen rem tromol yang dapat penulis sebutkan:
v  Prinsip Kerja Rem Hidrolis
Pada saat pedal diinjak minyak rem pada silinder rem akan tertekan keluar melalui nipel atau pipa rem menekan torak.Dengan tekanan torak oleh minyak rem lalu kesilinder rem menekan torak menggerakan sepatu rem menahan atau menghimpit tromol rem.Pada saat pedal rem dilepas, pegas sepatu rem menarik sepatu rem keposisi semula dan torak dalam silinder rem dan pipa-pipa rem lalang.
v  Komponen-kopmponen Rem Hidrolis
·         Pedal rem
·         Master silinder
·         Pipa penyalur minyak
·         Silinder roda
·         Tangki minyak
·         Pegas pengembali
·         Piston
·         Inlet valve
·         Outlet valve
D.    Master Silinder
Master silinder merupkan suatu bagian dari konstruksi rem hidrolis yang berfungsi meneruskan tekanan pedal rem menjadi tekanan minyak dalam suatu silinder melalui mekanisme gerak torak.Adapun cara kerja master silinder sebagai berikut:
Pada saat pedal rem ditekan /dinjak piston akan maju dan mengalirkan minyak ke tangki melalui saluuran didepan master silinder. Akibat tekanan ini maka tekanan minyak tinggi mengecilkan volume sehingga dapat mendorong katup inlet sampai menutup saluran tangki,inlet tertutup saluran minyak bertambah mik dan melalui ktup penggerak .jika pedal dilepas maka piston kembali keposisi semula akibatnya tekanan minyak mengecil dan terjadi kevakuman dalam piston.Akibatnya ,imyak akan tehisap batang mendorong tertarik katup inlet terbuka sehingga minyak kembali ketangki.
E.     Komponen-Komponen Rem Tromol
Adapun komponen-komponen rem tromol sebagai brikut:
v  Silinder Roda( Wheel Cylinder)
Berfungdsi untuk menekan sepatu rem ke tromol rem didalam silinder roda terpasang satu atau dua buah piston beserta seal tergantung pada konstruksinya adapun cara kerjanya adalah:
Bila pedal rem diinjak tekanan minyak rem dari master silinder disalurkan kesemua wheel silinder menekan pistn kearah luar ke brake soe / sepato rem . Bila dilepas maka brake shoe kembali keposisi semula kare ditari pegas.
v  Sepatu Rem (brake shoe)
Berfungsi untuk menahan putaran tromol rem melalui gesekan pada bagian luar brake shoe terbuat dari abses dengan tembaga atau campuaran plastic yang tahan panas.
v  Backing Plate
Berfungsi sebagai tumpuan untuk Manahan putaran tromol sekaligus sebagai dudukan cylinder roda.
v  Pegas Pengembali
Berfungsi untuk mengembalikan sepatu rem atau brake shoe keposisi semula pada saat tekanan pedal turun.
F.     Tipe Rem Tromol
Rem tromol pada dasarnya terbagi dalam lima model, tiap model prinsipnya berbeda satu sama lain
1.      Model Leading Trailing
Model ini sepatu primer dan sekunder dijamin silinder roda dengan dua piston dan di bagian bawahnya dijamin oleh pin. Pada saat tromol diputar, sepatu trailing cenderung menahan putaran tromol. Sepatu kiri disebut leading dan sepatu kanan disebut trailing. Kedua leading menahan pengereman yang sama di mana saat tromol berputar ke arah berlawanan maka leading shoe menjadi trailing shoe dan sebaliknya.
2.      Model Two Leading
Model ini pada bagian atas sepatu rem primer dan sepatu rem sekunder dilengkapi dengan sebuah silinder roda, dilengkapi juga dengan penyetel sepatu rem. Pada saat tromol berputar, kedua sepatu rem menjadi trailing. Jika putaran rem sebaliknya, maka sepatu rem menjadi trailing
3.      Model Dual Two Leading
Model ini dilengkapi dengan dua buah silinder roda yang dipasang di atas dan di bawah sepatu rem primer dan sekunder. Pada bagian ini baik maju maupun mundur kedua sepatu rem menjadi trailing.
4.      Model Uni Servo
Model ini dilengkapi dengan dua buah silinder roda di bagian atas dan di bagian bawah sepatu rem. Bagian atas memiliki satu piston dan silinder roda, sedangkan bagian bawah memiliki dua buah piston. Bila pedal rem ditekan, maka piston bergerak mendorong sepatu rem searah putaran tromol. Akibatnya diteruskan ke sepatu sekunder. Gerakan sepatu trailing dijaga silinder roda dan tenaga rem yang dihasilkan besar. Bila putaran rem terbalik, maka kedua sepatu rem akan menjadi trailing dan efek pengereman menjadi jelek.
5.      Model Duo Servo
Model ini dilengkapi dengan silinder roda yang memiliki dua piston. Tekanan dari silinder rem diseimbangkan oleh penyetel sepatu rem sehingga distribusi tekanan merata dan sepatu rem berfungsi sebagai leading walaupun gerakan tromol maju mundur.

About