Mengenai Saya

Foto saya
jember, jember, Indonesia
Alumni fisika MIPA Universitas Jember

BAB 2
2.1 Kreativitas Dalam Wirausaha
Seorang wirausaha adalah seorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi. Ia adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) atau kemampuan kreatif dan inovatif.   Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara  riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start up), kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative), kemampuan untuk  mencari peluang (opportunity), keberanian untuk menanggung risiko (risk bearing) dan kemampuan untuk mengembangkan ide. Kemauan dan kemampuan - kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk :
a.Melakukan proses/ teknik baru (the new technik)
b.Menghasilkan produk atau jasa baru (the new product or new service),
c.Menghasilkan nilai tambah baru (the new value added),
d.Merintis usaha baru (new businesess), yang mengacu pada pasar
e.Mengembangkan organisasi baru (the new organisaton).
Dalam berwirausaha terdapat persaingan yang ketat. Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi.  Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar.  Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu.  Justru seringkali ide-ide jenius yang memberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.
Menurut Sumarno (1984) pengertian kreativitas dibagi menjadi dua yakni:
a). Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi atau melihat hubungan-hubungan baru antara unsur, data, variabel, yang sudah ada sebelumnya.
b). Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
            Pemikiran kreatif berhubungan secara langsung dengan penambahan nilai, penciptaan nilai, serta penemuan peluang bisnis. Pola pemikiran kreatif juga dibutuhkan untuk menggambarkan keadaan masa depan, di mana seorang wirausaha akan beroperasi, juga akan memberikan gambaran yang tidak dapat dihasilkan oleh eksplorasi terhadap trend masa kini. Dalam mengelola usaha, keberhasilan seorang wirausaha terletak pada sikap dan kemampuan berusaha, serta memiliki semangat kerja yang tinggi. Sedangkan semangat atau etos kerja yang tinggi seorang wirausaha itu terletak pada kreativitas dan rasa percaya pada diri sendiri untuk maju dalam berwirausaha. Seorang wirausaha yang kreatif dapat menciptakan hal-hal yang baru untuk mengembangkan usahanya. Kreativitas dapat menyalurkan inspirasi dan ilham terhadap gagasan-gagasan baru untuk kemajuan dalam bidang usahanya.
Meredith, berpendapat bahwa pola pemikiran yang kreatif merupakan motivator yang sangat besar, karena membuat orang sangat tertarik akan pekerjaanya. Pemikiran kreatif juga memberikan kemungkinan bagi setiap orang untuk mencapai sesuatu tujuan. Seorang wirausaha yang kreatif akan membuat hidup akan lebih menyenangkan, lebih menarik serta akan menyediakan kerangka kerja dan dapat bekerjasama dengan orang lain.
Secara umum cirri – cirri pemikiran kreatif yaitu :
a. sensitif terhadap masalah-masalah,
b. mampu menghasilkan sejumlah ide besar,
c. fleksibel,
d. keaslian,
e. mau mendengarkan perasaan,
f. keterbukaan pada gejala bawah sadar,
g. mempunyai motivasi,
h. bebas dari rasa takut gagal,
i. mampu berkonsentrasi, 
 2.2 Peranan Kreativitas Dalam Wirausaha
Mayoritas orang mengabaikan kreativitas karena dia tidak mengetahui manfaat kreativitas tersebut. Ada beberapa contoh pentingnya kreativitas yaitu: 
1. Dalam hidup ini tidak selalu mulus, kita terkadang berbenturan dengan masalah, namun kita harus cepat tanggap seberapa besar kemampuan kita untuk memecahkan masalah tersebut , dengan cara berfikir kreatif untuk mencari ide atau jalan keluar untuk memecahkan masalah tersebut . 
2. Dalam dunia bisnis persaingan adalah tantangan utama yang harus di hadapi , Untuk menghadapi persaingan dibutuhkan kreatifitas untuk menghasilkan ide - ide dan produk yang unggul dibandingkan pesaing kita . 
3. Kreativitas dalam mencari solusi, menghasil ide-ide terobosan, dan dalam menjalankan tugas .
4. Orang kreatif tidak pernah menyerah dan selalu memiliki alternatif ide  untuk masalah - masalahnya .
            Berdasarkan contoh diatas maka dapat diasumsikan bahwa dalam wirausaha sangat diperlukan kreativitas dan inovasi untuk mengembangkan ide-ide baru dalam menentukan cara-cara baru.  Kreativitas dan inovasi berbeda wilayah domain, tetapi memiliki batasan yang tegas. Kreativitas merupakan langkah pertama menuju inovasi  yang terdiri atas berbagai tahap. Kreativitas berkaitan dengan produksi  kebaruan dan ide yang bermanfaat sedangkan inovasi berkaitan dengan produksi  atau adopsi ide yang bermanfaat dan implementasinya.
Dengan memiliki kreativitas dalam berusaha, maka seorang wirausaha selalu memiliki terobosan baru untuk usahanya dan memilki peluang usaha untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Jika kreativitas dikembangkan maka usaha tersebut akan maju dan terus berkembang sehingga tujuan perusahaan tersebut akan tercapai dengan baik. Tujuan diperlukannya suatu kreativitas adalah memiliki keunggulan dalam suatu produk dibandingkan dengan para pesaing. Jika suat perusahaan tidak memiliki dan mengembangkan suatu kreativitas maka perusahaan tersebut tidak akan dapat berkembang dan akan tertinggal oleh perusahaan-perusahaan lainnya. Untuk menang dalam persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki kreativitas yang tinggi. Oleh karena itu kreativitas sangat penting untuk dimiliki perusahaan agar dapat berkembang dan maju.
Contoh kasus misalnya suatu Perusahaan X memproduksi suatu minuman yang telah dikenal oleh masyarakat. Agar konsumen tersebut tidak berpaling pada produk minuman lainnya, maka perusahaan tersebut melakukan suatu inovasi dalam kemasan produknya yaitu dengan menciptakan kemasan yang baru untuk dapat meningkatkan penjualan supaya konsumen lebih mengenal produk tersebut melalui kemasan yang unik dan menarik, seperti perusahaan tersebut membuat kemasan minuman kotakan.
Untuk menjadi kreatif, seseorang tidak dapat melakukannya begitu saja. Ada proses yang harus dilalui. Proses kreativitas melibatkan adanya ide-ide baru, berguna, dan tidak terduga tetapi dapat diimplementasikan. Tahap yang biasa dilalui dalam suatu kreativitas yaitu :
a)      Persiapan (Preparation)
Meletakkan dasar pemikiran, mempelajari latar belakang masalah, seluk beluk dan problematikanya.
b)      Penyelidikan (Investigation)
Melakukan penyelidikan terhadap hal-hal yang akan dikembangkan.
c)      Transformasi (Transformation)
Berkaitan dengan proses konversi/perubahan dari data sumber ke data tujuan.
d)     Penetasan (Incubation)
Mengeluarkan atau mendapatkan ide, gagasan baru, pemecahan masalah, penyelesaian, cara kerja, jawaban baru dan lain-lain.
e)      Penerangan (Illumination)
Memberikan uraian yang jelas pada persoalan yang ada sehingga menjadi semakin terang pokok persolan dan pemecahannya.
f)       Pengujian (Verification)
Melakukan pengujian kecil maupun besar dengan alat bantu uji statistik, matematik, historis, maupun diskriptif.

g)      Implementasi (Implementation)
Mengimplementasikan semua yang telah diperoleh agar semakin menunjukkan hasil yang semakin baik dan sempurna.
Dari beberapa poin di atas tentunya kreativitas itu sangat penting dan modal utama yang harus dimiliki seorang wirausahawan . Karena tanpa kreativitas produk yang dihasilkan akan kalah saing dan tidak mampu bertahan untuk menghadapi persaingan pasar.

1.      Jelaskan landasan – landasan pendidikan MKU ( Pancasila ) dan jelaskan satu persatu serta berikut contohnya!

Ø  Landasan – landasan pendidikan Pancasila yaitu:
v  Landasan Historis
Dalam era reformasi bangsa Indonesia harus memiliki visi dan pandangan hidup yang kuat (nasionalisme) agar tidak terombang-ambing di tengah masyarakat internasional. Dengan kata lain perkataan bangsa Indonesia harus memiliki nasionalisme serta rasa kebangsaan yang kuat. Hal ini dapat terlaksana bukan melalui kekuasaan atau hegemoni ideologi melainkan suatu kesadaran berbangsa dan bernegara yang berakar pada sejarah bangsa. Secara historis nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila sebelum dirumuskan dan disahkan  menjadi dasar negara Indonesia secara obyektif  historis telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri. Sehingga asal nilai nilai Pancasila tersebut tidak lain adalah dari bangsa Indonesia sendiri.
Setiap negara dan bangsa mempunyai perjalanan hidup yang membentuk eksistensi negara dan warganya. Tak terkecuali Indonesia, menapaki kehidupan berbangsa dan bernegara yang berliku, penuh dengan suka dan duka. Pada setiap tahapan kehidupan selalu diperlukan kesetiaan dan warga negara. Bangsa Indonesia telah mengalami berbagai tantangan untuk menjadi sebuah negara yang diakui oleh dunia. Di balik itu, penjajahan juga telah  menjadi pelajaran bagi bangsa Indonesia tentang demokrasi, ilmu dan teknologi, serta ekonomi.
Kita dapat mengambil contoh dari landasan historis yaitu, Bangsa Indonesia berjuang untuk menemukan jati dirinya sebagai bangsa yang merdeka dan  memiliki suatu prinsip yang tersimpul dalam pandangan  hidup serta filsafat  hidup, di dalamnya tersimpul ciri khas, sifat karakter bangsa yang berbeda dengan bangsa lain. Oleh para pendiri bangsa kita dirumuskan secara sederhana namun mendalam yang meliputi lima prinsip (sila) dan diberi nama Pancasila. Negara Indonesia merancang dasar negara yang justru bersumber pada nilai-nilai yang telah tumbuh, hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia dalam rancangan dasar negara yang diberi nama Pancasila. Nama tersebut diberikan oleh salah seorang penggagasnya yaitu Ir. Soekarno dalam pidatonya tanggal 1 juni 1945 dalam persidangan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atas saran dan petunjuk seorang temannya yang ahli bahasa. Dengan demikian sudah  jelas pada kita bahwa secara historis kehidupan bangsa Indonesia tidak dapat dilepaspisahkan dari dan dengan nilai-nilai Pancasila serta telah melahirkan keyakinan demikian tinggi dari bangsa Indonesia terhadap kebenaran dan ketepatan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik Indonesia.


v  Landasan Filosofis
Landasan filosofis bersumber dari pandangan-pandanagan dalam filsafat pendidikan, meyangkut keyakianan terhadap hakekat manusia, keyakinan tentang sumber nilai, hakekat pengetahuan, dan tentang kehidupan yang lebih baik dijalankan.
Secara filosofis, bangsa Indonesia sebelum mendirikan negara adalah sebagai bangsa yang berketuhanan dan berkemanusiaan, hal ini berdasarkan kenyataan objektif bahwa manusia adalah makhluk Tuhan yang Maha Esa. Syarat mutlak suatu negara adalah adanya persatuan yang terwujudkan sebagai rakyat (merupakan unsur pokok negara), sehingga secara filosofis negara berpersatuan dan berkerakyatan konsekuensinya rakyat adalah merupakan dasar ontologism demokrasi, karena rakyat merupakan asal mula kekuasaan Negara
Atas dasar pengertian filosofis tersebut maka dalam hidup bernegara nilai-nilai pancasila merupakan dasar filsafat negara. Konsekuensinya dalam setiap aspek penyelenggaraan negara harus bersumber pada nilai-nilai Pancasila termasuk system peraturan perundang-undangan di Indonesia . Oleh karena itu dalam realisasi kenegaraan termasuk dalam proses reformasi dewasa ini merupakan suatu keharusan bahwa pancasila merupakan sumber nilai dalam pelaksanaan kenegaraan baik dalam pembangunan nasional, ekonomi, politik, hukum, sosial budaya, maupun pertahanan dan keamanan.

Nilai-nilai yang tertuang dalam rumusan sila-sila Pancasila secara filosofis dan obyektif merupakan filosofi bangsa Indonesia yang telah tumbuh, hidup dan berkembang jauh sebelum berdirinya negara Republik Indonesia. Oleh karena itu, sebagai konsekuensi logisnya menjadi kewajiban moral segenap bangsa Indonesia untuk dapat merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari baik kehidupan bermasyarakat maupun kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagai dasar filsafat negara, maka Pancasila harus menjadi sunber bagi setiap tindakan para penyelenggara negara dan menjiwai setiap peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Dapat kita simpulkan dari nilai- nilai tersebut yaitu :
·         Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berketuhanan, berkemanusiaan yang adil dan beradab, selalu berusaha mempertahankan persatuan dan mewujudkan keadilan.
·         Pancasila sebagai dasar filsafat negara menjadi sumber bagi segala tindakan para penyelenggara negara, menjadi jiwa dari perundang-undangan.
·         Pancasila sebagai sumber nilai dalam pelaksanaan kenegaraan yang menjiwai pembangunan nasional dalam bidang politik, ekonomi, sosial-budaya, pertahanan keamanan.
Kita dapat mengambil contoh dari landasan filosofi Pancasila salah satunya yaitu, Pancasila merupakan konsep adaptif filsafat Barat. Hal ini merujuk pidato Sukarno di BPUPKI dan banyak pendiri bangsa merupakan alumni Universitas di Eropa, di mana filsafat barat merupakan salah satu materi kuliah mereka. Pancasila terinspirasi konsep humanisme, rasionalisme, universalisme, sosiodemokrasi, sosialisme Jerman, demokrasi parlementer, dan nasionalisme.

v  Landasan Kultural
 Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia adalah jati diri dan kepribadian bangsa yang merupakan kristalisasi dari nilai-nilai yang hidup dan berkembang dalam budaya masyarakat Indonesia sendiri dengan memiliki sifat keterbukaan sehingga dapat mengadaptasikan dirinya dengan dan terhadap perkembangan zaman di samping memiliki dinamika internal secara selektif dalam proses adaptasi yang dilakukannya. Dengan demikian generasi penerus bangsa dapat memperkaya nilai-nilai Pancasila sesuai dengan tingkat perkembangan dan tantangan zaman yang dihadapinya terutama dalam meraih keunggulan IPTEK tanpa kehilangan jati dirinya.
Setiap bangsa di dunia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara senantiasa memiliki suatu pandangan hidup, filsafat hidup serta pegangan hidup agar tidak terombang-ambing dalam kancah pergaulan masyarakat internasional.
Berbeda dengan bangsa-bangsa lain. Bangsa Indonesia mendasarkan pandangan hidupnya dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pada suatu asas cultural yang dimiliki dan melekat pada bangsa itu sendiri. Nilai-nilai kenegaraan dan kemasyarakatan yang terkandung dalam sila-sila Pancasila bukanlah hanya merupakan suatu hasil konseptual seseorang saja. Melainkan merupakan suatu hasil karya besar bangsa Indonesia sendiri, yang diangkat dari nilai-nilai cultural yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri melalui proses refleksi filosofis para pendiri negara seperti Soekarno, M Yamin, M Hatta, Sepomo serta para tokoh pendiri negara lainnya. Oleh karena itu generasi penerus terutama kalangan intelektual kampus sudah seharusnya untuk mendalami serta mengkaji karya besar tersebut dalam upaya untuk melestarikan secara dinamis dalam arti mengembangkan sesuai dengan tuntutan jaman.

v  Landasan Yuridis
Landasan yuridis adalah landasan yang berdasarkan atas aturan yang dibuat setelah melalui perundingan, permusyawarahan. Alinea IV Pembukaan UUD 1945 merupakan landasan yuridis konstitusional antara lain di dalamnya terdapat rumusan dan susunan sila-sila Pancasila sebagai dasar negara yang sah, benar dan otentik sebagai berikut :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin olrh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Batang tubuh UUD 1945 pun merupakan landasan yuridis konstitusional karena dasar negara yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 dijabarkan lebih lanjut dan rinci dalam pasal-pasal dan ayat-ayat yang terdapat di dalam Batang Tubuh UUD 1945 tersebut.
Adapun contoh dari Landasan yuridis (hukum) yaitu, perkuliahan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi diatur dalam UU No.2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 39 menyatakan : Isi kurikulum setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan wajib memuat Pendidikan Pancasila.


2.      Sebutkan landasan historis pancasila!

Ø              Dalam hidup berbangsa dan bernegara dewasa ini terutama dalam masa reformasi, bangsa Indonesia sebagai bangsa harus memiliki visi serta pandangan hidup yang kuat agar tidak terombang-ambing di tengah-tengah masyarakat internasional. Dengan kata lain perkataan bangsa Indonesia harus memiliki nasionalisme serta rasa kebangsaan yang kuat. Hal ini dapat terlaksana bukan melalui kekuasaan atau hegemoni ideologi melainkan suatu kesadaran berbangsa dan bernegara yang berakar pada sejarah bangsa.
Jadi secara historis bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila pancasila sebelum dirumuskan dan disahkan menjadi dasar negara Indonesia secara objektif historis telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri. Sehingga asal nilai-nilai Pancasila tersebut tidak lain adalah dari bangsa Indonesia sendiri, atau dengan kata lain bangsa Indonesia sebagai kausa materialis Pancasila. Oleh karena itu berdasarkan fakta objektif secara historis kehidupan bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai Pancasila. Atas dasar pengertian dan alas an historis inilah maka sangat penting bagi para generasi penerus bangsa terutama kalangan intelektual kampus untuk mengkaji, memahami dan mengembangkan berdasarkan pengembangan ilmiah, yang pada gilirannya akan memiliki suatu kesadaran serta wawasan kebangsaan yang kuat berdasarkan nilai-nilai yang dimilikinya sendiri. Konsekuensinya secara historis Pancasila dalam kedudukannya sebagai dasar filsafat negara serta ideology bangsa dan negara bukannya suatu ideology yang menguasai bangsa, namun justru nilai-nilai dari sila-sila Pancasila itu melekat dan berasal dari bangsa Indonesia itu sendiri.
Setiap bangsa memiliki ideologi dan pandangan hidup yang berbeda satu dengan yang lainnya, diambil dari nilai-nilai yang tumbuh, hidup dan berkembang di dalam kehidupan bangsa yang bersangkutan. Demikianlah halnya dengan Pancasila yang merupakan ideologi dan pandangan hidup bangsa Indonesia digali dari tradisi dan budaya yang tumbuh, hidup dan berkembang dalam kehidupan bangsa Indonesia sendiri sejak kelahirannya dan berkembang menjadi bangsa yang besar seperti yang dialami oleh dua kerajaan besar tempo dulu yaitu Kedatuan Sriwijaya dan Keprabuan Majapahit. Setelah berproses dalam rentang perjalanan sejarah yang panjang sampai kepada tahap pematangannya oleh para pendiri negara pada saat akan mendirikan negara Indonesia merdeka telah berhasil merancang dasar negara yang justru bersumber pada nilai-nilai yang telah tumbuh, hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia yang kemudian diformulasikan dan disistematisasikan dalam rancangan dasar negara yang diberi nama Pancasila. Nama tersebut untuk pertama kalinya diberikan oleh salah seorang penggagasnya yaitu Ir. Soekarno dalam pidatonya tanggal 1 juni 1945 dalam persidangan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atas saran dan petunjuk seorang temannya yang ahli bahasa. Dengan demikian sudah  jelas pada kita bahwa secara historis kehidupan bangsa Indonesia tidak dapat dilepaspisahkan dari dan dengan nilai-nilai Pancasila serta telah melahirkan keyakinan demikian tinggi dari bangsa Indonesia terhadap kebenaran dan ketepatan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik Indonesia.

    Pancasila, UUD 1945 dan Proklamasi 17 Agustus 1945 mempunyai hubungan dalam dua aspek, yaitu aspek kesejarahan, dan aspek kemakmuran. Hubungan aspek kesejarahan, yaitu bahwa riwayat singkat perumusan dan kesepakatan Pancasila bersama dengan perumusan naskah Proklamasi dan Undang-Undang Dasar, yang dilakukan oleh para tokoh perjuangan kemerdekaan dan opendiri negara RI. Yang tergabung dalam BPUPKI dan PPKI dri tanggal 29 Mei 1945 sampai dengan tanggal 18 Agustus 1945. hubungan aspek kemakmuran, yaitu bahwa rumusan Pancasila tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan pokok kaidah negara fundamental, dengan demikian Pancasila mempunyai hakikat, sifat dan kedudukan serta fungsi sebagai pokok kaidah negara fundamental. Yang menjalankan dirinya sebagai dasar kelangsungan hidup negara RI yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.
    Negara kesatuan RI yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan Pancasila sebagai dasar Negaranya dan UUD 1945 sebagai hukum dasar tersebut, merupakan puncak perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia. Corak pergerakan perjuangan kemerdekaan tersebut dapat dibagi atas tiga corak, yaitu ada yang bercorak kebangsaan, ada yang bercorak religius dan ada yang bercorak sosiolistik. Pergerakan perjuangan yang bercorak kebangsaan yaitu pergerakan yang bertujuan untuk mendirikan negara merdeka yang menjadi milik semua orang dan golongan dalam masyarakat, urusan agama tidak termasuk urusan negara.
    Pergerakan perjuangan yang bercorak religius, yaitu pergerakan yang bertujuan untuk memdirikan negara merdeka dengan agama islam sebagai dasarnya. Pergerakan perjuangan yang bercorak sosiollistik, negara merdeka dengan dasar sosiolistik, negara merdeka dengan dasar sosiolisme dan komunisme. Dalam Pancasila secara sosiologi adalah suatu dasar negara yang dilihat dari segi – segi ilmu sosial,yaitu ilmu atau suatu proses sosial yang memiliki arti suatu pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh timbal balik antara segi kehidupan ekonomi dengan segi kehidpuan politik, antara segi kehidupan hukum dengan segi kehidupan agama, antara segi kehidupan agama dengan segi kehidupan ekonomi dan lain sebagainya. Pada dasarnya hubungan proklamasi pancasila secara sosiologi adalah suatu negara yang merdeka berdasarkan suatu aspirasi rakyat yang mempunyai peran penting atas terbentuknya suatu negara yang utuh dan memiliki dasar negara yang kuat berdasarkan hukum yang terdapat pada UUD 1945, yang dibuat untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Dengan adanya suatu dasar negara, maka suatu negara tersebut dapat dikatakan sebagai suatu negara yang demokarasi, karena lebih mementingkan kepentinggan dari rakyatnya, dengan memperhatikan suatu hubungan timbal balik antara masyarakan dengan negara.
Analisis SWOT adalah salah satu analisis tentang factor internal dan eksternal pada saat ini secara deskriptif agar dapat menghadapi semua tantangan dan ancaman di masa yang akan datang serta dapat mempersiapkan diri untuk menyesuaikan perubahan lingkungan yang dapat mempengaruhi pencapaian harapan dan keinginan.
Tujuan yang diharapakan dapat terwujud selama sekira 2 tahun adalah kesejahteraan dan kemudahan dalam mencari pekerjaan setelah lulus kuliah. Lulus kuliah dengan IPK >3.00 adalah suatu keharusan dan menjadi salah satu pendukung untuk mendapatkan kemudahan dalam mencari pekerjaan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan cara menganalisis diri sendiri dengan menggunakan Analisis SWOT setelah itu baru dicari strategi yang harus diimplementasikan.
Komponen Analisis SWOT terhadap diri sendiri :
S = Strenght, adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan yang dimiliki oleh seseorang yang bisa berpengaruh positif di masa yang akan datang.
Kekuatan yang dimiliki sekarang :
1). Kemampuan mengoperasikan Software dan Hardware komputer yang baik
2). Jujur dan Bertanggung jawab pada diri sendiri
3). Konservatif dan hemat khususnya dalam keuangan
4). Senang membaca dan mendengarkan
5). Mudah bersosialisasi atau berhubungan baik dengan teman.
6). Berkomitmen pada ucapan
7). Telaten atau pantang menyerah jika terjadi kesulitan
8). IPK > 2,86
9). Berpenampilan cukup menarik

W = Weakness, adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan yang dimiliki oleh seseorang yang bisa berpengaruh negative di masa yang akan datang.
Kelemahan yang dimiliki sekarang :
1). Cerewet
2). Lemah dalam bahasa Inggris
3). Susah mengambil keputusan dengan cepat
4). Dukungan keuangan kurang baik
5). Ceroboh karena sering tidak sabaran
6). Sedikit egois
7). Suka mencampuri urusan orang lain
8). Suka memerintah dan mengatur

O = Opportunity, adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang atau kesempatan di luar diri pribadi yang dapat memberikan peluang berkembang dimasa depan.
Kesempatan atau peluang yang ada diantaranya :
1). Peraturan tentang penggunaan Komputer di semua lembaga
2). Rekruitmen PNS setiap tahun
3). Perkembangan teknologi baru
4). Semakin mudah memasukkan lamaran melalui online application

T = Threat, adalah situasi yang merupakan ancaman atau hambatan yang datang dari luar diri pribadi, organisasi, atau sebuah program dan dapat mengancam eksistensi dimasa depan.
Ancaman atau hambatan yang ada diantaranya :
1). Tenaga kerja yang berpengalaman
2). Lulusan Perguruan Tinggi yang bonafit
3). Meningkatnya persaingan diantara lulusan sarjana
4). Kuota PNS, tapi lebih mengutamakan tenaga kerja honorer

Strategi SO
1). Mengikuti semua perkembangan IT agar lebih unggul
2). Belajar berlatih prikotest agar bisa lulus jadi PNS
3). Lebih banyak bersosialisasi agar bisa menjadi fasilitator dari salah satu program pemerintah
4). Mulai berwirausaha dengan mengikuti PKM untuk mendapat bantuan modal

Strategi WO
1). Perbanyak belajar menggunakan Bahasa Inggris mulai saat ini
2). Membuat pencatatan sederhana tentang kegiatan sehari-hari
3). Perbanyak Puasa sunah untuk mengontrol emosi
4). Menabung untuk tambahan modal usaha jika akan berwirausaha

Strategi ST
1). Perbanyak jaringan atau relasi dengan meningkatkan silaturahmi untuk mendapatkan informasi lowongan pekerjaan.
2). Meningkatkan IPK untuk memenuhi tuntutan pekerjaan
3). Mencari kerja part time sebagai tambahan pengalaman kerja.
4). Memperdalam kompetensi dengan terus belajar.

Strategi WT
1). Mengikuti kegiatan BLK (Balai latihan kerja)
2). Mengikuti organisasi intra dan ekstra kampus untuk melatih percaya diri.
3). Mulai untuk lebih rapi dalam segala hal termasuk cara bicara
4). Disiplin terhadap waktu.

emo

01.47 | 0 Comments



Gaya Gerak Listrik (GGL)
Ketika kita pertama kali diperkenalkan dengan elektrostatik, terbayang oleh kita bahwa ini berkaitan dengan muatan sumber yang diam. Sebenarnya, secara lebih umum kita berfikir bahwa elektrostatik dan magnetostatik berkaitan dengan  (rapat muatan) dan J (rapat arus) yang tidak bergantung pada waktu. Dengan merotasi secara uniform bola bermuatan, sebagai contoh, dihasilkan secara eksak medan listrik yang sama seperti ketika bola bermuatan tersebut diam. Ada satu eksepsi bahwasanya hukum elektrostatik berlaku hanya ketika muatannya stasioner. Ingat kembali suatu pendapat bahwa E = 0 di dalam konduktor, karena jika medan tidak nol maka muatan bebas dalam konduktor akan mengalir. Pendapat ini menjadi rusak jika suatu arus (steady) diijinkan, dalam kasus ini E tidak perlu nol di dalam konduktor, meskipun masih merupakan konfigurasi elektrostatik.
Sebagai permulaan, mari kita tinjau sejenak sebuah cara untuk membuat muatan bergerak dalam suatu konduktor yaitu dengan jalan memberikan gaya pada muatan tersebut. Seberapa cepat pergerakannya bergantung pada sifat alami dari material tersebut. Secara lebih substansial, rapat arus J yang dihasilkan dalam sebuah penghantar sebanding dengan gaya persatuan muatan, f:
J = σ f
Dengan σ disebut konduktivitas dari medium. Dalam hal ini gaya yang menggerakkan muatan adalah gaya elektromagnetik , sehingga:

Dalam kenyataannya kecepatan muatan tersebut sangatlah kecil, sehingga suku kedua dapat diabaikan
J = σ E. (2.1)
Persamaan (2.1) disebut sebagai Hukum Ohm.
Ada dua gaya yang menggerakkan muatan, yaitu sumber fs dan gaya elektrostatik yang berfungsi meratakan aliran dan menyampaikan pengaruh dari sumber ke seluruh rangkaian, sehingga: f= fs + E.
Jika kita lakukan integral garis terhadap f sepanjang rangkaian, maka:
,
dengan ε disebut gaya gerak listrik atau ggl dari rangkaian. Dalam hal ini

dengan R adalah hambatan total dari rangkaian. Karena untuk medan elektrostatik, maka ε dapat juga diinterpretasikan sebagai kerja yang dilakukan oleh sumber tiap satuan muatan.
Nama : Rizqi Dias Kurniawati
NIM : 091810201011
Tugas Elektronika 2
Osilator
Banyak sistem elektronik menggunakan rangkaian yang mengubah energi DC menjadi berbagai bentuk AC yang bermanfaat. Osilator, generator, lonceng elektronika termasuk kelompok rangkaian ini. Osilator merupakan piranti elektronik yang menghasilkan keluaran berupa isyarat tegangan. Bentuk isyarat tegangan terhadap waktu ada bermacam – macam yaitu bentuk sinus, kotak, segitiga dll. Pada osilator tidak ada isyarat masukan, hanya ada isyarat keluaran saja yang frekuensi dan amplitude dapat dikendalikan.
Osilator bisa dibangun dengan menggunakan beberapa teknik dasar, yaitu:
1. Menggunakan komponen-komponen yang memperlihatkan karakteristik resistansi negatif, dan lazimnya menggunakan dioda terobosan dan UJT
2. Menggunakan umpan balik positif padapenguat. Umpanbalik positif menguatkan desah internal yang terdapat pada penguat. Jika keluaran penguat sefasa dengan masukkannya, osilasi akan terjadi.
Secara umum prinsip rangkaian osilator dibagi dua, yaitu Osilator Harmonisa (Osilator LC,Osilator RC) dan Osilator Relaksasi.
1. Osilator Harmonisa
Osilator harmonisa menghasilkan bentuk gelombang sinusoida. Osilator harmonisa disebut juga dengan Osilator Linear. Bentuk dasar osilator harmonisa terdiri dari sebuah penguat dan sebuah filter yang membentuk umpan balik positif yang menentukan frekuensi output.
Persyaratan utama bagi osilator sinus adalah,
1. Frekuensi spesifik yang dapat dicapai
2. Amplitudo keluaran
3. Kemantapan frekuensi
4. Kemurnian keluaran, yaitu perbandingan banyaknya cacat harmonic dalam bentuk gelombang keluaran.

Amplitudo yang benar dan cacat yang sedikit dapat diperoleh dengan mengendalikan penguatan penguat sedemikian rupa sehingga tepat cukup untuk mengganti kerugian-kerugian dalam kalang penentu frekuensi. Dalam beberapa penerapan, kemantapan frekuensi menjadi prioritas. Perubahan-perubahan dalam frekuensi keluaran dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Untuk jangka panjang, hanyutan harga komponen dan parameter karena penuaan menjadi sebab utama. Perubahan jangka pendek dara disebabkan oleh:
1. Variasi beban, hal ini dapat dikurangi dengan menggunakan penguat penyangga pada keluaran.
2. Pencatu daya, perubahan-perubahan dalam tegangan pencatu daya akan merubah parameter-parameter dalam kalang, pencatu daya dimantapkan menyelesaikan masalah ini.
3. Perubahan harga komponen karena suhu, hal ini terutama mempengaruhi komponen penentu frekuensi. Semua komponen pasif berubah harganya karena suhu
Prinsip osilator ini dimulai dengan adanya noise/desah saat pertama kali power dinyalakan. Noise/desah ini kemudian dimasukkan kembali ke input penguat dengan melalui filter tertentu. Karena hal ini terjadi berulang-ulang, maka sinyal noise akan menjadi semakin besar dan membentuk periode tertentu sesuai dengan jaringan filter yang dipasang. Periode inilah yang kemudian menjadi nilai frekuensi sebuah osilator.
Macam-macam osilator harmonisa/ sinus :
a). Osilator Hartley
Osilator Hartley seperti pada gambar 1 banyak digunakan pada rangkaian penerima radio AM dan FM. Frekuensi resonansi ditentukan oleh harga T1 dan C1 . Kapasitor C2 berfungsi sebagai penggandeng AC ke basis Q1 . Tegangan panjar Q1 diberikan oleh resistor R 2 dan R1 . Kapasitor C4 sebagai penggandeng variasi tegangan kolektor dengan bagian bawah T1 . Kumparan penarik RF (L1 ) menahan AC agar tidak ke pencatu daya. L1 juga berfungsi sebagai beban rangkaian. Q1 adalah dari tipe n-p-n dengan konfigurasi emitor bersama.









Gambar 1 Rangkaian Osilator Hartley
Saat daya DC diberikan pada rangkaian, arus mengalir dari bagian negatif dari sumber lewat R1 ke emitor. Kolektor dan basis keduanya dihubungkan ke bagian positif dari VCC . Ini akan memberikan panjar maju pada emitor-basis dan panjar mundur pada kolektor. Pada awalnya E I , B I dan C I mengalir lewat Q1 . Dengan C I mengalir lewat L1 , tegangan kolektor mengalami penurunan. Tegangan ke arah negative ini diberikan pada bagian bawah T 1 oleh kapasitor C4. Ini mengakibatkan arus mengalir pada kumparan bawah. Elektromagnet akan membesar di sekitar kumparan. Ini akan memotong kumparan bagian atas dan memberikan tegangan positif mengisi kapasitor C1. Tegangan ini juga diberikan pada Q1 melalui C2 . Q1 akhirnya sampai pada titik jenuh dan mengakibatkan tidak terjadinya perubahan pada VC . Medan di bagian bawah T1 akan dengan cepat habis dan mengakibatkan terjadinya perubahan polaritas tegangan pada bagian atas. Keping C1 bagian atas sekarang menjadi negative sedangkan bagian bawah menjadi positif. Muatan C1 yang telah terakumulasi akan mulai dilucuti melalui T1 melalui proses rangkaian tangki.
Tegangan negatif pada bagian atas C1 menyebabkan Q 1 berubah ke negatif menuju cut off. Selanjutnya ini akan mengakibatkan V C membesar dengan cepat. Tegangan ke arah positif kemudian ditransfer ke bagian bawah T1 oleh C4, memberikan balikan. Tegangan ini akan tertambahkan pada tegangan C 1 . Perubahan pada VC beragsur-angsur berhenti, dan tidak ada tegangan yang dibalikkan melalui C4. C1 telah sepenuhnya terlucuti. Medan magnet di bagian bawah L1 kemudian menghilang. C1 kemudian termuati lagi, dengan bagian bawah berpolaritas positif dan bagian atas negatif. Q1 kemudian berkonduksi lagi. Proses ini akan berulang terus. Rangkaian tangki menghasilkan gelombang kontinu dimana hilangnya isi tangki dipenuhi lagi melalui balikan. Sifat khusus osilator Hartley adalah adanya tapped coil. Sejumlah variasi rangkaian dimungkinkan. Kumparan mungkin dapat dipasang seri dengan kolektor. Variasi ini biasa disebut sebagai osilator Series-fed Hartley.
b). Osilator Collpits
Perbedaan yang pokok adalah pada bagian rangkaian tangkinya. Pada osilator Colpitts, digunakan dua kapasitor sebagai pengganti kumparan yang terbagi. Balikan dikembangkan dengan menggunakan “medan elektrostatik” melalui jaringan pembagi kapasitor. Frekuensi ditentukan oleh dua kapasitor terhubung seri dan induktor. Gambar 2 memperlihatkan rangkaian osilator Colpitts. Tegangan panjar untuk basis diberikan oleh R1 dan R2 sedangkan untuk emiitor diberikan oleh R4. Kolektor diberi panjar mundur dengan menghubungkan ke bagian positif dari VCC melalui R3 . Resistor ini juga berfungsi sebagai beban kolektor.










Gambar 2 Osilator Collpits
Transistor dihubungkan dengan konfigurasi emitor-bersama. Ketika daya DC diberikan pada rangkaian, arus mengalir dari bagian negatif V CC melalui R4, Q1 dan R3 . Arus IC yang mengalir melalui R3 menyebabkan penurunan tegangan VC dengan harga positif. Tegangan yang berubah ke arah negatif ini dikenakan ke bagian atas C1 melalui C3. Bagian bawah C2 bermuatan positif dan tertambahkan ke tegangan basis dan menaikkan harga IB. Transistor Q1 akan semakin berkonduksi sampai pada titik jenuh. Saat Q1 sampai pada titik jenuh maka tidak ada lagi kenaikan IC dan perubahan VC juga akan terhenti. Tidak terdapat balikan ke bagian atas C2 . C1 dan C 2 akan dilucuti lewat L1 dan selanjutnya medan magnet di sekitarnya akan menghilang.
Arus pengosongan tetap berlangsung untuk sesaat. Keping C2 bagian bawah menjadi bermuatan negatif dan keping C1 bagian atas bermuatan positif. Ini akan mengurangi tegangan maju Q1 dan IC akan menurun. Harga VC akan mulai naik. Kenaikan ini akan diupankan kembali ke bagian atas keping C1 melalui C3 . C1 akan bermuatan lebih positif dan bagian bawah C 2 menjadi lebih negatif. Proses ini terus berlanjut sampai Q1 sampai pada titik cut off. Saat Q1 sampai pada titik cut off, tidak ada arus IC . Tidak ada tegangan balikan ke C1 . Gabungan muatan yang terkumpul pada C1 dan C2 dilucuti melalui L1 . Arus pelucutan mengalir dari bagian bawah C2 ke bagian atas C1 . Muatan negatif pada C2 secepatnya akan habis dan medan magnet di sekitar L1 akan menghilang. Arus yang mengalir masih terus berlanjut. Keping C2 bagian bawah menjadi bermuatan positif dan keping C1 bagian atas bermuatan negatif. Tegangan positif pada C2 menarik Q1 dari daerah daerah cut off . Selanjutnya IC akan mulai mengalir lagi dan proses dimulai lagi dari titik ini. Energi balikan ditambahkan ke rangkaian tangki sesaat pada setiap adanya perubahan. Besarnya balikan pada rangkaian osilator Colpitts ditentukan oleh “nisbah kapasitansi” C1 dan C2 . Harga C1 pada rangkaian ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan C2 atau C1 C2 X > X . Tegangan pada C 1 lebih besar dibandingkan pada C2 . Dengan membuat C2 lebih kecil akan diperoleh tegangan balikan yang lebih besar. Namun dengan menaikkan balikan terlalu tinggi akan mengakibatkan terjadinya distorsi. Biasanya sekitar 10-50% tegangan kolektor dikembalikan ke rangkaian tangki sebagai balikan.
c). Osilator Amstrong

Gambar 3
Osilator amstrong dinamai sesuai dengan nama penemunya Edwin Amstrong. Osilator amstrong terdiri dari sebuah penguat dan sebuat umpan balik rangkaian LC. Rangkaian dasar dibuat dengan memberikan panjar maju pada sambungan emitor-basis dan panjar mundur pada kolektor. Pemberian panjar dilakukan lewat resistor 3 R . Resistor 1 R dan 2 R berlaku sebagai pembagi tegangan.Saat awal transistor diberi daya, resistor 1 R dan 2 R membawa transistor ke titik pengoperasian Q pada bagian tengah garis beban.
Dengan tanpa adanya perubahan pada VC pada kumparan primer T1 , tegangan pada kumparan sekunder secepatnya akan menjadi nol. Tegangan basis secapatnya akan kembali pada titik Q. Penurunan tegangan basis ke arah negatif ini (dari jenuh ke titik Q) membawa V C ke arah positif. Melalui transformator, ini akan nampak sebagai tegangan ke arah positif pada basis. Proses ini akan berlangsung melewati titik Qsampai berhenti pada saat titik cut off dicapai. Transformator selanjutnya akan berhenti memberikan masukan tegangan ke basis. Transistor segera akan berbalik arah. R1 dan R 2 menyebabkan tegangan basis naik lagi ke titik Q. Proses ini akan terus berulang: Q 1 akan sampai di titik jenuh – kembali ke titik Q – ke cutoff - kembali ke titik Q. Dengan demikian tegangan AC akan terjadi pada kumparan sekunder dari transformator.
Keluaran dari osilator Armstrong seperti pada gambar 3 dapat diubah dengan mengatur harga R3 . Penguatan akan mencapai harga tertinggi dengan memasang R 3 pada harga optimum. Namun pemasangan 3 R yang terlalu tinggi akan mengakibatkan terjadinya distorsi, misalnya keluaran akan berupa gelombang kotak karena isyarat keluaran terpotong.
d). Osilator Clapp

Osilator Clapp termasuk jenis osilator LC. Osilator Clapp tersusun dari tiga buah kapasitor dan satu buah induktor. Konfigurasi osilator clapp sama dengan osilator colpits namun ada penambahan kapasitor yang disusun seri dengan induktor (L). Osilator Clapp diperkenalkan oleh James K. Clapp pada tahun 1948.
e). Osilator pergeseran Fasa

Osilator pergeseran fasa termasuk jenis osilator RC. Pada osilator pergeseran fasa terdapat sebuah pembalik fasa total 180 derajat. Pembalik fasa ini di menggeser fasa sinyal output sebesar 180 derajat dan memasukkan kembali ke input sehingga terjadi umpan balik positif. Rangkaian pembalik fasa ini biasanya dibentuk oleh tiga buah rangkaian RC.
f). Osilator Kristal

Osilator Kristal adalah osilator yang rangkaian resonansinya tidak menggunakanan LC atau RC melainkan sebuah kristal kwarsa. Rangkaian dalam kristal mewakili rangkaian R, L dan C yang disusun seri.
Osilator Pierce ditemukan oleh George W. Pierce. Osilator Pierce banyak dipakai pada rangkaian digital karena bentuknya yang simpel dan frekuensinya yang stabil.
g). Osilator Jembatan Wien

Osilator ini termasuk jenis osilator RC. Osilator jembatan Wien disebut juga osilator “Twin-T” karena menggunakan dua “T” sirkuit RC beroperasi secara paralel. Satu rangkaian adalah sebuah RCR “T” yang bertindak sebagai filter low-pass. Rangkaian kedua adalah CRC “T” yang beroperasi sebagai penyaring bernilai tinggi. Bersama-sama, sirkuit ini membentuk sebuah jembatan yang disetel pada frekuensi osilasi yang diinginkan. Sinyal di cabang CRC dari filter Twin-T yang maju, di RCR itu – tertunda, sehingga mereka dapat melemahkan satu sama lain pada frekuensi tertentu.
Setiap tipe mempunyai keuntungan khusus dan daerah penerapan masing-masing. Jembatan Wien banyak dipakai dalam osilator frekuensi audio terutama karena kemantapan frekuensinya yang baik dan relatif mudah dibuat.

2. Osilator Relaksasi
Osilator Relaksasi adalah osilator yang memanfaatkan prinsip saklar secara terus menerus dengan periode tertentu yang menentukan frekuensi output. Osilator relaksasi menghasilkan beberapa bentuk gelombang non sinus, yaitu : Gelombang kotak, segitiga, pulsa dan gigi gergaji.
Osilator relaksasi sederhana adalah sebuah multivibrator / flip-flop. Prinsipnya adalah mensaklar tagangan suply oleh sebuah komponen transistor atau FET.

Multivibrator
Osilator relaksasi juga ada yang menggunakan IC yaitu yang terkenal adalah dengan IC 555.
energi matahari.download
peranan statistika.download
kuartil dan presentil.download

21.32 | 0 Comments

1. tugas komputasi.download

2. filter.download
3. probabilitas.download

21.32 | 0 Comments

Firdha Kusuma Ayu A (091810201001)
Indri Firliana (091810201008)
Rizqi Dias K (091810201011)


GENERATOR VAN DE GRAAFF

Generator van de Graaff adalah generator yang menerapkan prinsip Elektrostatiska (listrik statis), yang menggunakan sabuk yang bergerak untuk menghasilkan tegangan tinggi pada bola logam berongga. Generator Van de Graaff diciptakan oleh seorang fisikawan asal AS bernama Robert J. Van de Graaff pada tahun 1929.
Generator Van de Graaff merupakan alat pembangkit listrik statis yang menghasilkan tegangan listrik DC yang sangat tinggi, yaitu dengan cara mengumpulkan muatan listrik dan menyimpannya pada permukaan bola logam berongga. Bola berongga terbuat dari besi anti karat dengan diameter 220 mm dan terdiri atas dua bagian di mana bagian atas dapat dilepaskan untuk memperlihatkan cara kerja pembangkit listriknya. Kapasitansi bola berongga ±12 pF bertindak sebagai penyimpan muatan. Listrik statis dapat mencapai ± 330 kV. Loncatan listrik dapat mencapai 50 sampai 100 mm, tergantung kondisi kelembaban lingkungannya.



Gambar di atas menampilkan gambar sederhana dari generator Generator Van de Graaff. Terdiri dari bola logam berongga, katrol logam, sabuk, dan katrol plastik. Di bagian katrol terdpat sikat-sikat yang berfungsi menghubungkan muatan positif ke permukaan bola berongga, dan menghubungkan muatan negatif ke ground. Sikat-sikat dibuat runcing pada ujungnya karena muatan listrik mempunyai sifat mudah terkumpul dan lepas pada ujung yang runcing sehingga memperlancar distribusi elektron di dalam Generator Van de Graaff, hal serupa juga diterapkan pada penangkal petir. Alasan mengapa menggunakan bola logam berongga agar Generator Van de Graaff dapat bekerja dengan baik, faktanya bola berongga yang bermuatan listrik pada bagian tengahnya tidak memiliki e-field/medan listrik (E).

Prinsip Kerja Generator Van de Graaff
Katrol akan bergerak menggulung sabuk, ada 2 cara menggerakkan katrol, pertama katrol dihubungkan dengan motor listrik dan yang kedua di gerakkan manual oleh tangan. Bagian bawah katrol terdapat sikat-sikat yang sangat negative sehingga dapat menarik ion positif di udara. Ion positif menempel pada roller dan kuas yang lebih rendah. Kemudian sabuk akan menjadi bermuatan positif, muatan positif itu akan dibawa oleh sabuk ke bagian atas (bola logam berongga).ion positif ini pada akhirnya akan didistribusikan ke bola logam berongga (akhirnya ke permukaannya). Kemudian sabuk menjadi bermuatan negatif karena kelebihan elektron. Elektron akan dibawa ke bawah dan akhirnya disalurkan ke ground. Pada saat memegang permukaan bola logam berongga rambut kita akan berdiri ke atas hal ini terjadi karena ion positif yang ada di permukaan bola berongga berpindah ke tubuh kita akibatnya tubuh kelebihan ion positif. Karena dalam tubuh kita menjadi muatan sejenis maka elektron-elektron dalam tubuh kita akan mengalami tolak menolak.
Suatu pagi di SMA Merah Putih Surabaya tampak cerah dengan canda tawa. Padahal masih pukul 06.30, murid-murid sudah berkumpul di halaman sekolah. Suasana di lingkungan sekolah itu sangat ramai dipenuhi dengan canda tawa. Namun disela-sela kegembiraan itu, tibalah seorang cowok tampan dengan seragam yang berbeda. Suasana yang semula ramai saat itu juga berubah menjadi sunyi.
Ketika cowok itu berjalan ke lingkungan sekolah, semua mata tertuju padanya. Semua penghuni sekolah terpesona dengan ketampanannya. Murid perempuan memandangnya tanpa berkedip sampai ada yang menjerit. Bahkan juga para guru perempuan juga ikut memperhatikannya. Murid laki – laki pun merasa iri terhadap semua perhatian itu. Beberapa saat kemudian cowok tampan itu mengurus administrasi di ruang kepala sekolah. Dia pun berlalu dari ruang tersebut tanpa menghiraukan beberapa murid perempuan yang dari tadi mengikutinya.
Jam menunjukkan pukul 06.55 artinya bel masuk sebentar lagi akan berbunyi. Tet…. Tet……….!! bel masuk pun berbunyi. Semua murid segera masuk ke kelas masing-masing. Saat itu suasana kelas XI-IPA sedang ramai, ada yang bercanda, bermain, berdandan, mengerjakan PR dan ada juga yang belajar. Di sudut pojok kelas terdapat murid perempuan yang tengah asyik membaca buku. Namanya adalah Lili meskipun dia cupu, polos dan lugu tapi dia pandai dalam mata pelajaran di sekolah. Lima menit kemudian Bu Totong, guru Matematika tiba. Murid - murid segera berlarian ke tempat duduk masing - masing, terdiam dan membisu. Karena Bu Totong adalah guru yang terkenal galak dan suka menghukum murid - muridnya. Tapi hari ini Bu Totong tidak seperti biasanya, dia mendadak ramah pada murid-muridnya.
”Anak-anak sebelum ibu memulai pelajaran, Ibu akan memperkenalkan teman baru pada kalian.”
“Inilah dia,,..!!!!” Ujar Bu Totong dengan senyuman termanisnya.
Di luar terlihat ada seorang cowok yang perlahan melangkah menuju kelas. Murid-murid pun semakin penasaran. Ketika dia sudah di depan kelas, suasana yang semula sunyi berubah menjadi ramai dengan suara teriakan, tepuk tangan dan siulan oleh murid-murid kelas XI IPA.Ternyata tanpa disangka murid baru itu adalah cowok tampan yang berkulit putih, tinggi, hidungnya mancung dan keren.
“Ayo, Nak!!Silahkan perkenalkan dirimu didepan kelas.” Kata Bu Totong.
“Baik, terima kasih Bu. OK! Guys kenalin namaku Joshua, aku pindahan dari SMA 3 Blitar. Salam Kenal.” Kata Joshua. Sedangkan Lili (si cewek cupu) memandanginya tanpa berkedip sedikit pun. “Oh…. Pangeranku, tampan sekali dirimu.“ Gumam Lili.
Ha,,,,, ha,,ha,,,!! Teman - temannya tertawa. Mereka menertawakan si Lili. Sedangkan Lili tak sadar kalau ucapannya terdengar teman sekelasnya. Wajahnya pun merah tersipu malu.
“Baik Joshua, sementara ini kamu duduk di sebelah Randi ya!” Anak-anak mari kita lanjutkan materi kita kemarin yang belum selesai! Ayo segera tukarkan pekerjaan kalian dengan teman sebangku. Selesai nggak selesai tukarkan!!!” Beberapa menit kemudian bel istirahat berbunyi, murid - murid pun segera keluar kelas. Namun lain halnya dengan Lili, dia tengah asyik membaca buku. Bahkan ketika diajak oleh temannya dia pun menolak. Akan tetapi hari ini ia mendadak aneh. Lili sekarang mulai terbiasa keluar kelas untuk istirahat.
“Eh,,,…. Kok tumben Lili sekarang sering keluar kelas???“ Ucap temannya.”Iya ya nggak biasanya dia keluar kelas.“ Jawab salah satu temannya. Bahkan temannya yang lain pun ikut menjawab, “Mungkin dia kehabisan oksigen kali.” Seketika mereka pun menertawakannya.
Lili yang lagi enak - enakan jalan nggak sengaja mendengar obrolan teman-temanya. Namun ia tak menghiraukannya. Lili yang tengah membaca buku sambil berjalan. Tiba-tiba……. Bruk……..!!!!! Lili menabrak seseorang. Dia pun segera minta maaf. Tapi ketika melihat yang ditabraknya adalah Joshua dia pun membisu. Keduanya sama-sama jongkok mengambil buku yang terjatuh dan tangan mereka pun bersentuhan. ”Kamu nggak apa-apa Li??” Tanya Joshua. Lili tetap membisu dan asyik memandangi Joshua. ”Hei Lili kamu nggak apa-apa kan???” Joshua mengulangi pertanyaannya. Lilipun menjawabnya dengan sedikit gugup dan terbata-bata.
“ E….. e…. nggak aku nggak apa-apa kok” Jawab Lili.
Mereka pun berdiri. Lili mengucapkan terima kasih pada Joshua. Karena kejadian itulah Lili kini semakin sering ke luar kelas.
***
Keesokan harinya, alarm Joshua berbunyi dan menunjukkan pukul 06.15. Joshua bangun kesiangan, dia pun terburu – buru berangkat ke sekolah. Arloji Joshua menunjukkan pukul 6 lewat 50 menit. Saat itu jalan raya macet, akhirnya Joshua terlambat datang di sekolah, pintu gerbang juga sudah ditutup. Setelah berpikir cukup lama Joshua nekad untuk memanjatnya. Beberapa saat kemudian Joshua sudah di depan kelas. Dengan jantung berdetak tak menentu dia melangkah masuk. Tapi kali ini dia selamat karena Pak Budi guru Bahasa Inggris belum tiba. ”Syukur dech Pak Budi belum datang. Jadi aku nggak kena hukuman.” Gumam Joshua. Pak Budi pun tiba, ”Anak-anak kumpulkan tugas kalian !! “ Perintah Pak Budi.
“Waduh, aku lupa. Aku kan belum ngerjain PR. Mampus nich gue !!” Gumam Joshua. ”Ayo anak-anak segera kumpulkan buku tugas kalian, selesai nggak selesai kumpulkan.” Joshua semakin bingung, tidak bisa berfikir lagi. Tanpa berfikir panjang.Lili segera memberikan buku tugasnya kepada Joshua.
“Ka..ka..kamu ambil aja buku tugasku.” Ucap Lili.
“Hah… Yang bener ni??? “ Kata Joshua dengan sedikit keraguan.
Lili berusaha meyakinkan. “ Nggak apa – apa kok, ambil aja.”
“ Terus kamu??” Joshua masih bingung.
“ Nyantai aja lagi. Sekali – kali bandel kan nggak apa – apa.” Lili menjawab dengan tersenyum.
Akhirnya Lili tidak mengumpulkan tugas. Ia pun ditegur Pak Budi.
”Mengapa kamu tidak mengumpulkan tugas?” Tanya Pak Budi keheranan.
”Belum ngerjakan Pak! Kemarin dirumah mati lampu.” Jawab Lili.
“Jangan bohong kamu!! Saya tahu kamu murid yang cerdas. Tidak mungkin gara – gara lampu padam tidak mengerjakan tugas.” Ujar Pak Budi marah.
Ta..Ta..Tapi memang begitu Pak!!” Lili menjawab dengan kebingungan. Karena dia tidak bisa berbohong.
“Kamu sekarang sudah merasa pintar , sudah tidak mau mengerjakan tugas lagi. Baiklah kalo begitu saya akan ….”
“Tunggu Pak!!” Kata Joshua.
“Ia ada apa Jo??” Pak Budi tidak melanjutkan kalimatnya.
“ Saya ingin mengakui sesuatu Pak!!” Ucap Joshua sedikit takut.
“Cepat katakan!!” Pak Budi menjadi semakin jengkel dengan kedua muridnya.
“Jangan Jo..” Tiba – tiba Lili ikut berbicara.
“Sudah kamu diam Lili, ada apa ini sebenarnya. Ayo cepat katakan Jo!!!” Pak Budi semakin marah.
“Ta..Tapi..” Lili mencoba membatalkan niat Jo untuk mengaku.
“Sudah lah Li, kamu jangan berbohong lagi. Aku tidak mau gara – gara aku kamu dihukum Pak Budi” Joshua berkata pada Lili.
Akhirnya Joshua mengaku kalau sebenarnya dialah yang tidak mengerjakan tugas karena bangun kesiangan. Sedangkan buku tugas yang dikumpulkan itu adalah milik Lili. Mendengar pengakuan dari Joshua Pak Budi langsung menyuruh mereka untuk berlari mengelilingi lapangan basket. Mereka pun segera melakukan apa yang diperintahkan Pak Budi. Sambil berkeliling mereka pun mengobrol.
“Maaf ya Li. Gara – gara aku kamu jadi kena hukum.”
“Nggak apa – apa Jo. Itung – itung olahraga gitu.” Jawab Lili sambil tersenyum. “Ha..Ha..Ha panas – panas gini olahraga, yang ada kita malah gosong.” Mereka pun tertawa bersama. Ditengah – tengah kegembiraan itu tiba – tiba terdengar cemoohan dari seseorang. “Huuu…Ada Si Cupu yang lagi di hukum. Eh Cupu, dengerin ya.. Kamu tu nggak pantes disamping Jo. Yang pantes tu gue.”
Namun ocehan itu tidak dihiraukan oleh keduanya. Setelah beberapa putaran, tiba – tiba Lili pingsan. Joshua pun langsung menggendongnya ke UKS (Unit Kesehatan Sekolah). Tiga puluh menit kemudian Lili tersadar. Dia kaget dan bingung ada Joshua disampingnya.
“Jo, udah berapa lama aku disini?” Tanya Lili.
Joshua pun menjawabnya asal – asalan, “kamu udah tiga hari pingsan. Aku capek nunggunya.”
“ Hah???Serius kamu???Terus mama.. Sekolahku…”
“ Apa’aan sih becanda kali. Gitu aja langsung nyerocos..” Joshua cekikikan melihat Lili kebingungan.
“Ah kamu ni, becanda mulu. Oia siapa yang bawa aku kesini??”
“Aku..Wajah kamu tadi pucat dan tiba – tiba saja kamu pingsan.” Jawab Joshua.
“Oia ngomong – ngomong kamu berat juga ya..Aku tadi aja ngos – ngosan gendong kamu.” Joshua menggoda Lili.
“Apa’an sih kamu?? Nyebelin tau nggak… Um, tapi terima kasih ya udah nolongin aku.” Ucap Lili sambil tersipu malu.
“ Ia sama – sama..” Jawab Joshua.
Suasana menjadi hening karena mereka tidak melanjutkan obrolannya. Tapi diam – diam Lili semakin mengagumi Joshua karena dia sangat baik dan tidak pilih teman.
****
Hari berikutnya Lili bangun kesiangan, padahal hari ini ada upacara kemerdekaan di sekolah. Dia pun terburu – buru ke kamar mandi, hingga akhirnya terpeleset dan pingsan. Mama Lili yang tengah memasak pun menjadi heran karena putrinya belum berangkat juga. Akhirnya beliau mengecek ke kamar. Tetapi saat melintasi kamar mandi, mama melihat Lili pingsan. Dengan tergopoh – gopoh mama menelpon Dokter dan Guru BK untuk mengizinkan Lili.
Beberapa menit kemudian Lili telah sadar, dia bertanya pada mamanya apa yang terjadi. “Ma, aku tadi kenapa?”
“Nggak apa – apa kok sayang, kamu tadi terpeleset di kamar mandi.” Jawab Mama Lili.
“Terus sekolahku gimana Ma?” Tanya Lili lagi.
“Tadi Mama udah telepon Guru BK kamu, Mama bilang kamu sakit jadi izin tidak sekolah dulu.”
“Oh, gitu ya Ma.”
“Ia udah kamu istirahat lagi, biar cepat sembuh. Mama mau lanjutin masak dulu.” Kata Mama Lili.
Sementara itu di sekolah, Joshua sedang di kantin sendirian memikirkan Lili. Dia berfikir kalau dia harus menjenguknya sebab selama ini Lili banyak membantunya. Sepulang sekolah Joshua ingin cepat – cepat ke rumah Lili. Tapi di gerbang sekolah dia di hadang oleh Satpam.
“Kamu anak yang terlambat kemaren ya?”
“Ia Pak, ada apa?” Jawab Joshua tak menghiraukan.
“Eh kamu ini punya sopan santun tidak, kalo bicara dengan orang yang lebih tua kepalanya menunduk. Kamu itu kemaren sudah melanggar aturan, tau tidak?” Kata Satpam dengan kesal.
“Terus saya harus ngapain ni?” Joshua semakin asal menjawab, karena dia sedang tidak ingin bertengkar.
“Oh, kamu ini memang anak bandel. Sebagai hukumannya kamu harus memunguti sampah yang ada di halaman sekolah.” Kata Satpam dengan senangnya, karena sudah bisa menghukum anak yang bandel.
Tanpa berkomentar Jo langsung mngerjakan apa yang disuruh Satpam tadi. Satu jam pun berlalu, Jo sudah menyelesaikan hukumannya. Dia mengambil motor untuk segera menjenguk Lili. Tapi di jalan tiba-tiba ban motor Jo Bocor. “Huh...... Mau jenguk Lili aja kok repot sih!!!” Gumam Jo kesal. Beberapa menit kemudian, motor Jo sudah dapat dikendarai lagi. Ia mengendarai motornya dengan cepat.
Setibanya di rumah Lili, Joshua memberi salam dan berjabat tangan pada Mama Lili. Joshua diantar ke kamar Lili, karena Lili masih harus banyak istirahat. Sampai di kamar, Mama meninggalkan Jo dan Lili. Saking kagetnya, Lili hanya bengong melihat Jo ada di kamarnya.
“Heh.. aku nggak di suruh duduk? Kakiku udah kesemutan ni.” Ucap Joshua.
“Oh.. Ia ,,silakan duduk Jo..” Jawab Lili dengan tersipu.
“Eh, gimana keadaanmu? Sepi ni di sekolah nggak ada kamu.” Goda Joshua.
“A..Aku alhamdulilah udah baikan. Kamu apa’an sih? Ngegodain aku mulu.” Lili semakin merah pipinya digoda oleh Jo.
“Siapa juga yang godain.. Oia ni, ada titipan dari temen – temen. Mereka minta maaf nggak bisa dateng.” Joshua berbohong, padahal bingkisan itu berasal dari dia.
.Lili sedikit kecewa karena dia berharap bingkisan itu berasal dari Jo. “Um, sampaikan makasih buad temen – temen.”
”Cieh...... cieh sio sweat......!” Kata siapa kamu perwakilan dari teman -teman. Eh.....Jo kita juga kali????” Ucap teman-teman dekat Lili yang tiba – tiba datang menjenguknya. Wajah Jo terlihat merah tersipu malu.
*****
Tidak terasa satu tahun sudah berlalu kini Jo dan Lili telah berada di kelas XII IPA. Seiring bertambahnya waktu persahabatan mereka juga semakin dekat. Perasaan Lili terhadap Jo semakin mendalam, dia menyadari bahwa rasa sayang telah tumbuh dihatinya. Tapi Lili tidak pernah tahu apakah Jo juga mempunyai perasaan yang sama terhadapnya atau rasa ini hanya bertepuk sebelah tangan saja. Dari hari ke hari Lili mulai merubah penampilan, dia juga sering ke salon, ikut ekskul yang sama dengan Jo, semakin giat belajar dan mengikuti beberapa lomba di sekolah. Hal itu dilakukannya hanya untuk Jo, agar dia diperhatikan dan keberadaannya dirasakan oleh Jo. Semua usaha Lili tidak sia – sia, sekarang dia sudah berubah dari cewek yang cupu, lugu dan polos. Menjadi Lili yang cantik, anggun, dan pandai.
Hari ini adalah pengumuman hasil seleksi pemeran dalam pementasan teater di sekolah. Lili berharap dia terpilih menjadi pemeran utamanya. Setelah jam pelajaran usai Lili bergegas ke mading sekolah. Hatinya sudah gelisah dari tadi menunggu hasil pengumuman. Setibanya di mading dengan seksama dia membaca satu persatu nama yang lolos seleksi. Akhirnya ditemukan juga namanya tercantum di pengumuman itu. Lili melonjak – lonjak kegirangan tanpa memperdulikan teman – teman yang dari tadi memperhatikannya.
“Woe.. Seneng banget sih..abiz menang undian ya ?” Tegur Jo tiba – tiba.
“Astghfirullah.. Kamu ngagetin aja deh..Ni aku kepilih jadi pemeran utama pementasan teater buad perpisahan sekolah lo..” Jawab Lili dengan bangga.
“Oalah… Kiraen abiz dapet rizqi.. rencananya mau minta traktiran gitu..” Kata Jo.
“ Kamu tu makan mulu.. Gendut baru tau rasa.” Ejek Lili.
“Yaelah yang gendut siapa, yang sok nasehatin siapa.” Jo juga balas mengejek.
“Kamu ini gimana toh, harusnya didoakan biar aku bisa bagus maennya. Malah diejekin mulu.” Ucap Lili sambil pura – pura ngambek.
“Didoain kog, tapi bibirnya nggak usah pake monyong – monyong gitu napa.” Mereka pun cekikikan bersama, membuat iri setiap orang melihat. Karena mereka sangat dekat seperti seorang kekasih.
Saat yang dinanti telah tiba, malam puncak acara perpisahan sekolah diisi oleh pementasan teater. Semua murid dan dewan guru hadir dalam acara itu. Pementasan pun dimulai, adegan demi adegan telah dimainkan. Hingga akhirnya sudah adegan terakhir, Lili memainkan perannya dengan sangat bagus. Tapi dia tidak cukup puas dengan hasil pementasan ini. Setelah acara pementasan berakhir Lili bersiap untuk ganti baju, dan dia dikagetkan oleh teriakan seseorang.
“Duoooorr….”
“Astaga…kamu…ni nyebelin banget..” Wajah Lili tampak kaget dan kesal bercampur jadi satu.
“Maaf, maaf deh . Tapi aku tadi sempet liat kok adegan klimaksnya. Meskipun cuma dikit sih..” Jawab Jo tanpa rasa bersalah.
“Tau ah..kamu bener – bener nyebelin.. Pokoknya aku nggag mau ngomong ama kamu. Weekk…”
“Lah..kog gitu sih,,, Ngambek nie,,,,ya udah nggag jadi dah kadonya.”
“Ah.. Bo’onk tu.. Nggag percaya aku. Kamu aja nggak liat!!! “
“Aduh..aduh.. Lili yang imut (item tapi kumut – kumut)..jangan ngambek dong. Ni kadonya!!”
“Loh kog?? Beneran ni…Makasi ya..”
Ditengah – tengah kegembiraan Lili tiba – tiba muncul seorang cewek yang sangat cantik, rambutnya panjang, kulitnya putih, hidungnya mancung dan matanya biru. Tiba – Tiba cewek itu menggandeng lengan Joshua.
“ Oia aku lupa, kenali ini cewek ku namanya Cynthia.”
“Ini temen kamu ta Beib..Um, kenalin aku Cynthia.”
Lili masih terdiam terpaku tak bergeming sedikit pun. Tidak tau harus bagaimana. Yang dia tau adalah harus secepatnya pergi dari tempat itu sebelum air matanya meleleh di depan mereka. “ Hai..Lii…Kog diem..” Tanya Jo bingung. “Kamu sakit?” Jo bertanya sambil memegang kening Lili. Seketika Lili tersadar dari lamunannya. “ Oh eh..ia… saa.Saa. lam ke.. ken al, aku Lili .. Saa..Haa.. Batnya Jo.” Kata – kata Lili seperti tercekat di tenggorokan. “ Aa.. ku mau ganti baju dulu”. Lilipun segera berlari meninggalkan tempat itu tanpa memperdulikan teriakan Jo. Samar – samar di dengarnya suara Jo, “ Besok kita makan bertiga ya Li.. Aku tunggu di tempat biasa.”
Tak memperdulikan tatapan semua orang, Lili berlari sambil menangis. Kakinya sudah tak kuat melangkah lagi, akhirnya dia berhenti di taman belakang sekolah. Disitulah tempat pertama kali mereka saling berbicara. Lili kembali terkenang masa – masa bersama Jo, senyumannya, godaannya dan leluconnya. Sehingga air matanya pun semakin deras mengalir. Lili terus menyesali nasibnya kenapa dia harus bersahabat dan menyayangi Jo. Dia terus menyalahkan dirinya sendiri atas perasaan yang tak sepantasnya ada dalam persahabatan. Karena mulai awal hingga kini Jo benar – benar tulus menganggapnya sebagai sahabat. Hingga akhirnya dia menyadari satu hal bahwa meskipun Jo sudah menjadi milik orang lain tetapi Lili masih bisa mendengar suaranya, bercanda dengannya dan berada disampingnya sebagai sahabat yang selalu ada untuknya. Meskipun sangat berat melihat orang yang dia sayangi bersama dengan orang lain. Tapi dia sadar bahwa dia harus bisa menahan perasaan sayang ini agar jangan sampai melukai atau bahkan menghancurkan hubungan sahabat kita dengan orang yang disayanginya.

About