Mengenai Saya

Foto saya
jember, jember, Indonesia
Alumni fisika MIPA Universitas Jember


Pada tahun ini Raja Troy memimpin perayaan tahunan berupa turnamen olahraga di kota Troy. Setiap orang yang mahir ikut serta dalam turnamen olahraga diantaranya adalah pemuda-pemuda kota dan daerah-daerah sekitarnya.
Paris mendengar tentang perayaan ini berupa permainan-permainan adu bakat berpacu kuda di kota, dia berkeinginan untuk mendemontrasikan kebolehan berolahraga di hadapan masyarakat dan ayahandanya tanpa menyebutkan identitas dirinya kepada orang lain sedangkan orang-orang tidak tahu bahwa Paris seorang pemimpin, putra raja. Warga semua menyangka dia hanyalah pengembala fakir diantara pengembala-pengembala yang kaya di gunung Ida. Putra raja beserta saudara-saudara Paris ikut dalam permainan ini namun belum mengetahui bahwa mereka saudara Paris. Tidak ada seorangpun yang menyamai kekuatan dan kemahirannya,tidak heran kalau dia menjadi juara pertama di semua turnamen olahraga.
            Raja menyaksikan permainan ini  dengan terkagum-kagum kepadanya, lalu menyuruh kepada salah satu pembantu mengatakan “pergilah ke pengembala yang datang dari gunung Ida dan ajaklah untuk menemuiku, sesungguhnya aku tidak pernah melihat hal ini sebelumnya tentang kemahirannya dalam berpacu kuda dan  berolahraga.
Paris datang dengan senang hati dan  menghadap raja, Raja berkata “saya ucapkan selamat dengan tulus kepadamu wahai pengembala yang mahir atas kemenangan yang gemilang. Sungguh aku benar-benar kagum dengan kemahiranmu, tidak ada seorangpun yang mampu menandingi tingkatanmu dalam berpacu kuda dan berolahraga.
Paris merasa bahwa kesempatan ini tepat untuk memperkenalkan identitas yang sebenarnya kepada raja. Dia berkata “wahai raja agung, sesungguhnya aku adalah anakmu, buah hatimu. Anak kecil yang tinggal sendirian di gunung Ida sesungguhnya belum mati dan sekarang berdiri di hadapanmu sekarang, dia adalah anakmu Paris.
Raja sangat terkejut, dia melihat pemuda itu dengan terheran-heran dan merasa bahwa apa yang dikatakannya adalah benar dan hatinya merasa bahwa olahragawan yang tampan, mahir yang berdiri di hadapannya adalah benar-benar putranya bukan pengembala tetapi pemimpin Troy. Kedua mata ayahandanya penuh dengan deraian air mata, beliau berdiri dan mencium anaknya di hadapan warga kota. Dia mengumumkannya dalam sebuah pesta bahwa pemuda ini adalah Paris yang merupakan salah satu putra-putranya. Dia mempersilakan untuk tinggal bersamanya di istana.
Raja tersebut bangga kepada anaknya yang perkasa dan tampan serta kelebihannya dalam berolahraga. Dia lupa dengan mimpinya yang dulu yang dialami oleh isterinya ketika Paris masih kecil dalam pangkuannya.
Masyarakat benar-benar menyukai pemuda yang mahir yang telah menghabiskan masa hidupnya yang silam dengan mengembala kambing di gunung Ida.
Oenone, isterinya yang jujur ikhlas merasa sedih karena berpisah dengannya dan menderita karena kepergiannya dan kelalainnya. Dia tinggal sendirian di gunung meratapi kesedihan dan penderitaan sambil menunggu kembalinya Paris, tetapi dia belum kunjung kembali. Hari demi hari, minggu demi minggu dan tahun demi tahun terus berlalu, dia tidak memikirkan untuk pulang ke istrinya yang cantik, miskin dan merasa kesepian. Dengan berjalannya hari demi hari Paris melupakannya sedikit demi sedikit.
Raja Menelaus dari Sparta, sebuah negari Yunani kuno dan isterinya Helen mengundang Paris untuk mengunjungi Sparta. Dia berterima kasih karena telah menerima undangan. Raja dan ratu Sparta menghormatinya, tetapi dia mengkianati amanat, melakukan perbuatan yang tercela yang menyakitkan dan membuat ayahnya sedih. Paris menyusahkan warga Sparta karena mencela raja Sparta beserta keluarganya, dia lupa bahwa dia seorang pemimpin yang adil dan terdidik, karena taqdir Tuhan menginginkan hal itu terjadi dan menghendaki mimpi yang dialami oleh ibunya itu terwujud. Oleh karena itu Paris melakukan kesalahan yang menimbulkan peperangan dengan menculik ratu Helen dan membawanya ke negara Troy dan tidak mengindahkan nasehat ayahnya. Dia mulai memikirkan akibat yang akan terjadi dengan ulahnya. Dia tahu betul bahwa penduduk Sparta akan mengumumkan perang atas negara Troy demi membela kehormatan mereka dan membalas Paris atas penganiayaan terhadap raja mereka.
Raja Sparta memanggil seluruh pemimpin dan bangsawan dan menceritakan kepada mereka apa yang telah diperbuat Paris. Mereka menjadi marah dan bersedia membantu dalam mengembalikan haqnya dan menghukum Paris yang telah mencabik-cabik kehormatan Sparta. Seketika itu dipersiapkan prajurit dalam jumlah besar dan sepuluh perahu perang termasuk prajurit armada laut dan dikumandangkanlah peperangan melawan Troy. Prajurit armada laut berjalan memerangi musuh di negara Troy. Penduduk Troy menjadi resah dan melampiaskan kemarahan dan kebencian mereka kepada Paris karena dia akan menjadi sebab terjadinya perang dan pembunuhan.
Peperangan berkecamuk berlangsung antara Sparta dan Troy. Sparta dikenal sebagai negara pemberani, pejuang dan ahli perang. Perang tersebut berlangsung selama 10 tahun, banyak para algojo tewas dan banyak diantara anak-anak menjadi korban dan setelah perang yang dahsyat itu terjadi, orang–orang Yunani berkoalisi dengan Sparta dengan mengepung kota Troy. Kemudian membuat kumpulan kayu yang besar dan cekung, di dalamnya dipenuhi prajurit-prajurit. Mereka menduduki pedalaman sampai jantung kota Troy yang terkepung. Setelah menyembunyikan sisa prajuritnya yang jauh dari tembok kota yang terkepung penduduk Troy menduga bahwa musuh-musuhnya telah berputus asa karena lamanya mengepung lantas mereka bercerai berai.
Dengan beraninya bala tentara Troy membuka pintu gerbang kota mereka. Mereka menyelinap ke kota Troy, dan masuk dengan berkuda . Waktu itulah para tentara Sparta keluar dan melakukan pembunuhan dan pembasmian hingga mereka kalah. Mereka meraih kemenangan yang gemilang dan menduduki negara Troy. Paris mengalami luka yang mengenaskan dengan wajah pucat dan mengalami keracunan. Seketika itu Paris teringat  isterinya Oenone yang ahli dan mampu mengobati segala luka meskipun beracun. Tapi dimanakah dia sekarang sedangkan Paris telah meninggalkannya dan gerangan siapa yang akan datang mengobati suaminya, Paris si pengkianat itu?. Bagian tubuh yang terluka mulai parah dan hari demi hari rasa sakit bertambah parah hingga tidak ada harapan untuk sembuh, sampai ajal menjemputnya, malapetaka ini tidak berhenti sampai di sini saja, namun sang ayah terbunuh setelah sang raja Troy terbunuh oleh musuhnya yang hatinya tidak kenal belas kasihan, semuanya benar-benar menjadi binasa, mereka membakar kota Troy hingga habis. Kemudian tentara Sparta kembali ke negaranya dengan membawa ratu Helen. Dengan demikian mimpi yang aneh tersebut menjadi kenyataan.

0 komentar:

Poskan Komentar

About