Mengenai Saya

Foto saya
jember, jember, Indonesia
Alumni fisika MIPA Universitas Jember
ABSTRACT
Spectrometer is a device to result light spectrum line with various intensity and to determine distance among gap. This experiment aims to determine the distance between the gap by using a grating spectrometer. Gap spacing is influenced by the incidence angle. because of changes in the angle of incidence affects the angle of diffraction. For the spectrum of purple when i = 0° value gap is the distance between 1605nm and observed diffraction occurs at an angle of 15,5°. While when i = 10° gap spacing is reduced to 1036nm and observed diffraction occurring at an angle of 20°. So that any changes the angle of incidence (in this case is the angle binoculars) affect the diffraction angles and distances between the slit on the spectrometer.

Key words: spectrometer, diffraction, gap 
            PENDAHULUAN
            Dalam kehidupan sehari-hari tidak lepas dari pengaruh cahaya. Cahaya ada dua macam yaitu cahaya polikromatik dan monokromatik. Pada cahaya polikromatik adalah  cahaya yang memiliki banyak warna. Selain itu cahaya juga memiliki sifat-sifat seperti gelombang seperti difraksi dan interferensi. Difraksi adalah gejala penyebaran arah yang dilalui oleh seberkas gelombang cahaya ketika melalui celah sempit. Apabila celah sempit lebih kecil dari panjang gelombang, maka gelombang akan mengalami difraksi. Sedangkan jika celah lebih besar dari panjang gelombang , maka tidak terjadi gejala difraksi.
            Untuk dapat mengamati  garis spectrum warna yang terbentuk maka digunakan alat spectrometer. Data yang akan didapatkan nantinya adalah besarnya sudut telihatnya spectrum dan warna spectrum yang dapat teramati. Besarnya susut difraksi dapat dilihat dengan merotasikan teropong melalui beberapa sudut . sehingga dengan sudut datang yang berbeda akan dapat diketahui besarnya jarak antar celah (d) dalam kisi.
            Pemahaman tentang  gejala difraksi pada cahaya tidak cukup melalui  teori saja. Dengan dilakukanya eksperimen fisika tentang gejala difraksi dan dapat mengetahui cara kerja spekrometer. Sehingga akan diperoleh kesesuaian antara teori yang didapat dengan praktik yang dilakukan.
Spektrometer  sering kali digunakan untuk mengatur panjang gelombang dan untuk mengkaji struktur serta intensitas garis-garis spectrum. Peristiwa yang terjadi akibat sebuah gelombang cahaya melewati kisi contohnya adalah difraksi dan interfernsi. Difraksi adalah suatu gejala penyebaran arah yang dialami oleh seberkas gelombang cahaya ketika melalui kisi. Apabila gelombang cahaya melalui sebuah celah, maka titik yang terdapat pada celah tersebut berfungsi sebagai sumber gelombang sekunder. Sehingga menghasilkan gelombang cahaya baru.
            Interferensi terjadi akibat adanya beberapa gelombang cahaya yaitu dengan menjumlahkan beberapa gelombang-gelombang tersebut. Hasil penjumlahan gelombang-gelombang tersebut akan memberkan intensitas yang maksimum pada satu titik. Apabila pada titik tersebut gelombang-gelombang itu sefasa. Secara umum interferensi dapat diartikan sebagi perpaduan dari atau lebih gelombang cahaya menjadi satu gelombang baru. 
 

0 komentar:

Poskan Komentar

About