Mengenai Saya

Foto saya
jember, jember, Indonesia
Alumni fisika MIPA Universitas Jember

Norma atau kaidah itu ada bermacam – macam , yaitu ada norma agama, norma adat sopan santun, dan norma hukum. Norma – norma tersebut berperan sebagai dasar untuk memberikan sanksi / hukuman kepada para pelanggarnya. Misalnya : norma agama menjadi dasar untuk memberikan sanksi kepada pelanggar – pelanggarnya;yang memberikan sanksi / hukuman ialah Tuhan sendiri. Norma adat sopan santun menjadi dasar untuk memberikan sanksi kepada pelanggar – pelanggarnya; yang memberikan sansi / hukuman adalah masyarakat tempat berlakunya norma adta sopan santun tersebut, misalnya berbentuk pengucilan, pencemoohan, pencelaan dan sebagainya. Norma hokum menjadi dasar untuk memberikan hukuman / sanksi kepada para pelanggarnya; yang memberikan, sanksi ialah instansi penegak hokum, misalnya dengan dijatuhi hukuman penjara, dikenai denda, tidak diperbolehkan memangku suatu jabatan dan sebagainya.
Jadi norma itu juga nilai, itulah kesamaannya. Tetapi tidak semua, nilai adalah norma / kaidah, itulah perbedaannnya.

3. Mengapa Nilai – nilai tertentu dijadikan norma?
Norma diselenggarakan untuk menegakkan kehidupan bersama yang tertib – damai, dalam rangka mencapai tujuan hidup bersama, yaitu kehidupan yang aman sejahtera. Suasana yang tertib – damai dan aman adlah prasyarat bagi suatu masyarakat untuk dapat bekerja secara efektif menuju tercapainya keadaan yang dicita – citakan, yaitu kesejahteraan, kemakmuran, persaudaraan, dan kebahagiaan.
Demikianlah, maka nilai – nlai yang ditegakkan dalam bentuk norma adalah nilai – nilai yang telah diyakini / dihayati benar – benar kebenarannya. Masyarakat / bangsa yang telah memiliki norma yang mantap adalah masyarakat / bangsa yang telah mantap pula keyakinan / penghayatannya atas kebenaran nilai – nilai yang dimiliki dan dianutnya.
Bangsa yang demikian itu sudah barang tentu memiliki dan menganut serangkaian nilai yang sudah membentuk satu system nilai, yang dapat kita namakan sebagai system nilai budaya bangsa tersebut (Kuntjaraningrant, 1982 : 25). System nilai budaya itu merupakan tingkat yang paling abstrak daripada adat istiadat atau kebiasaan dan bangsa yang bersangkutan. Maka dari itu system nilai budaya terdiri dari konsep – konsep yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar warga masyarakat,

0 komentar:

Poskan Komentar

About